Rabu, 13 November 2019


Cau Chocolates Asli Bali yang Berkualitas Dunia

02 Mei 2019, 14:06 WIBEditor : Ahmad Soim

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Siti Munifah meninjau Cau Chocolates di Bali | Sumber Foto:Istimewa

Cau chocolates membeli hasil pertanian dengan kualitas fermentasi organik dengan harga yang sangat tinggi bahkan salah satu yang tertinggi di Indonesia

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Cau Chocolates membangunkan kebun kakao di Bali yang hancur oleh hama dengan pendekatan bisnis. Agar mutu kakao petani berkualitas dan mereka bisa lebih sejahtera, dilakukan upaya pemberdayaan petani kakao di Bali oleh pemilik Cau Chocolates yang juga  Penyuluh Pertanian (PPL).

Dusun Cau terletak di kecamatan Marga Kabupaten Tabanan Bali, sangat dekat dengan Desa Jatiluwih  salah satu warisan budaya dunia yang dilindungi UNESCO. Di Kecamatan ini juga terdapat Taman Makam Pahlawan Margarana sebagai simbol perlawanan rakyat Bali pada penjajah.

Cau Chocolates  didirikan Desember 2014 dan mulai beroperasi pertengahan 2016. Cau Chocolates didirikan untuk memberikan kemudahan akses bagi petani kakao lokal untuk menyalurkan hasil pertaniannya. Hasil kakao dari petani sekitar, tidak akan dibeli sebelum Cau Chocolates melakukan pendampingan agar  kakao yang dihasilkan petani berkualitas tinggi dengan 2 syarat utama yaitu kakao harus memenuhi standar fermentasi dan organik.

Sebelum cau chocolates bediri, Desa Cau merupakan salah satu penghasil kakao yang cukup besar, namun hama penyakit dan kurangnya kesadaran petani untuk mengelola tanaman kakaonya dengan baik membuat banyak kakao di daerah ini mati dan tidak terpelihara.

 Cau chocolates Bali hadir dengan semangat “Tumbuh Bersama Petani”. Cau hadir sebagai upaya pelestarian kakao di Bali.  Pemiliknya yang juga merupakan seorang penyuluh pertanian sejak lebih dari 30 tahun yang lalu. Dia memiliki cita cita mulia untuk melihat petani Bali yang selama ini terkenal relative miskin menjadi memiliki harapan yang lebih baik untuk penghidupan mereka melalui pertanian kakao fermentasi organik yang diajarkan olehnya.

Cau chocolates membeli hasil pertanian dengan kualitas fermentasi organik dengan harga yang sangat tinggi bahkan salah satu yang tertinggi di Indonesia, dengan harapan bisa  memicu petani untuk menghasilkan produk olahan kakao dengan standar cau chocolates yaitu kakao fermentasi dan organik.

Cau chocolates saat ini merupakan satu-satunya coklat Indonesia yang telah meraih organik sertifikat dari badan terakreditasi milik pemerintah Indonesia, Amerika (USDA) dan Eropa (EU).

Cau chocolates tidak hanya terlibat dalam pelestarian kakao organik sebagai kegiatan utamanya, namun cau chocolates juga berkomitmen menjaga alam dan budaya Bali melalui kegiatan – kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar,  salah satunya adalah memberikan ruang/akses kepada anak – anak untuk melakukan kegiatan yang terkait degan pengembangan budaya bali sebagai roh utama dalam pariwisata di bali.

Di cau chocolates house anak – anak belajar menari dan membuat berbagai alat upacara untuk kepentingan adat masyarakat bali yang terkenal dengan adat budayanya yang kental dan selalu menerapkan prisip “tri hita karana” yaitu Parahyangan : hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan Pawongan : hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia serta Palemahan : hubungan yang harmonis antara manusia dengan ligkungan Anak-anak dapat belajar membuat canang & gebogan (perlengkapan upacara keagamaan) sebagai salah satu jenis kearifan lokal asli dari bali.

Mereka juga dapat belajar menari dengan guru yang berasal dari masyarakat sekitar. Cau chocolates memiliki komitmen tinggi terhadap alam dan budaya serta pelestarian alam yang merupakan sumber dari kehidupan masyarakat bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. Di sini kita juga dapat berkeliling desa untuk mengetahui bagaimana cara bertani kakao dan padi secara organik. Selain itu kita juga dapat melihat bagaimana kehidupan masyarakat dimulai, ketika masyarakat masih bertani secara tradisional dan memelihara sapi dengan cara yg juga tradisional.

 Banyak hal yang kita bisa pelajari tentang Bali, Bali tidak hanya pantai namun juga tentang kakao berkualitas tinggi, budaya yang kental dan cara hidup masyarakat yang sangat unik. Sebagian hasil yang diperoleh oleh Cau Chocolates melalui berbagai kegiatannya didonasikan kepada masyarakat sekitar khususnya anak –anak dalam bentuk peralatan tulis dan kebutuhan lainnya. Anda juga dapat bergabung untuk mendonasikan apa yang anda miliki kepada mereka. Cau Chocolates juga berpegang teguh pada Visi dan Missi serta Moto yang telah ditetapkan sejak awal berdirinya PT. Cau Coklat Internasional.

Adapun Visi Cau Chocolates  adalah pengembangan bisnis pariwisata berbasis pertanian, misinya: Bisnis pariwisata berbasis tanaman kakao dan produk olahan cokelat organic, Pendidikan bagi generasi muda tentang sistem pertanian berkalanjutan berbasis tanaman kakao. Moto: Bertani Sebuah Pilihan Hidup Generasi Muda Bali.

Saat ini Cau Chocolates telah bekerjasama dengan ratusan petani kakao di seluruh Bali, untuk menghasilkan biji kakao organic berkualitas tinggi, melalui proses fermentasi. Cau Chocolates khusus menyediakan tenaga lapangan untuk setiap saat melakukan pendampingan petani, dalam membangun kelembagaan dan pengembangan tanaman kakao organic.

Di Kabupaten Tabanan lebih dari 15 kelompok tani dengan anggota tidak kurang dari 20 orang petani kakao setiap kelompok, sebagai mitra Cau Chocolates dalam menghasilkan biji kakao organic terfermentasi. Di Kabupaten Jembrana, Cau Chocolates juga bekerjasama dengan sebuah koperasi Tani yang bernama Koperasi KSS yang beranggotakan lebih dari 600 orang petani.

Saat ini Cau Chocolates rata-rata mengolah biji kakao sekitar 400 kg per hari untuk menghasilkan berbagai produk olahan, dengan berbagai merk dagang seperti Cocoa Bean Roasted, Cocoa NIBs, Sweet Cocoa NIBS, Cocoa Powder, Cocoa Butter, dan berbagai varian dark cokelat seperti Dark Chocolate 60 peresen, 70 persen, 80 persen, 100 persen,drinking chocolate, Milk Chocolate, Dark Chocolate vegan series, Candy, multipack, chocolate character, Chocolate Destinasi, Chocolate Love Bali dan lain sebagainya. Selain itu Cau Chocolates juga memiliki restaurant dengan menu unggulan Raw Bean Chocolate Ice Cream dan original hot chocolate.

Pemasaran produk chocolate yang diproduksi oleh Cau Chocolates hampir di seluruh Bali, melalui berbagai swalayan dan super market seperti Care four, Indomaret, Cycle Q, Pepito, Coco Mart, Dufree Bandara Internasional Ngurah Rai, Krisna Pusat Oleh-oleh, Delta Dewata, TranMart dan lain sebagainya. Selain itu, kini Cau Chocolates juga mulai mengeksport produk chocolate ke New Zailand, Australia, Singapore, Malaysia, dan sedang mempersipakan diri untuk eksport ke Amerika.

Cau Chocolates selain menghasilkan produk berupa cokelat, juga mengembangan wisata pertanian berbasis Cokelat. Mengenalkan kepada wisatawan tentang tanaman kakao mulai dari budidaya, pemeliharaan, panen dan pasaca panen, serta pengolahan menjadi produk cokelate, dengan konsep from farm to Chocolate ready to consume.

Pengembangan agrowisata cokelat ini bermaksud untuk mengenalkan kepada petani, khususnya generasi muda untuk tidak memandang sector pertanian itu hanya dari satu sisi saja yaitu produk pertanian, tetapi juga dari sisi lain yaitu dari aspek wisata dan budaya pertaniannya. Dengan demikian nilai ekonomi pertanian tidak hanya dilihat atau dihitung dari hasil penjualan produknya saja, tetapi juga dari hasil penjualan jasa lingkungan dan budaya, yang mungkin tidak akan pernah habis, sekalipun itu dijual setiap saat.

 

Reporter : Surya PW
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018