Sabtu, 07 Desember 2019


Pemda NTB Optimalkan Lahan Kering dengan Irigasi Tetes

02 Okt 2019, 15:40 WIBEditor : Yulianto

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat Pencanangan Industrialisasi Pertanian NTB di Dusun Batu Keruk, Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. | Sumber Foto:Syamsul

“Lahan tandus yang tidak bisa ditanami itu bukan untuk ditonton, tetapi perlu diolah dengan fasilitas sarana prasarana dengan sentuhan teknologi inovasi pertanian,” kata Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

TABLOIDSINARTANI.COM, Lombok Utara---NTB menjadi salah satu provinsi yang memiliki lahan kering cukup besar. Salah satunya terobosan untuk mengoptimalkan lahan kering, Pemda NTB mendorong penggunaan sistem pertanian irigasi tetes.

“Lahan tandus yang tidak bisa ditanami itu bukan untuk ditonton, tetapi perlu diolah dengan fasilitas sarana prasarana dengan sentuhan teknologi inovasi pertanian,” kata Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat Pencanangan Industrialisasi Pertanian NTB di Dusun Batu Keruk, Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Pada kesempatan itu Sitti Rohmi juga membangun learning center dalam budidaya komoditi jagung dengan teknologi water drip irigation (irigasi tetes) pada lahan kering. Dengan penggunaan sistem irigasi tetes, lahan kering yang ada dapat dimanfaatkan untuk menambah hasil pertanian di NTB. Ditambah lagi dengan industrialisasi yang menjadi program di NTB, diharapkan bisa memberikan nilai tambah terhadap berbagai komoditas unggulan.

Selain meningkatkan jumlah produksi, kita juga memberikan nilai tambah terhadap komoditas pertanian, sehingga, kita tidak lagi menjual dalam bentuk mentahan saja, tetapi juga dalam bentuk produk setengah jadi ataupun produk jadi yang dapat dikonsumsi langsung,” tuturnya.

Sitti mengakui, karena perkembangan inovasi teknologi pertanian jauh pesatnya, sehingga petani memerlukan sumber daya kapital yang sedikit lebih besar pada proses awal untuk menyerap inovasi baru tersebut.  “Perlu diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia petani yang dipandukan tentang kearifan lokal setiap daerah setempat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Lombok Utara, Najmul Akhyar mengungkapkan, luas areal pertanian teknis dan non teknis di Lombok Utara sekitar 80.953 ha. Dari luas tersebut, lahan kering  mencapai 41.875 ha dan lahan bukan sawah sekitar 30.774 ha. “Selama ini penggunaan lahan kering oleh petani lebih dominan untuk budidaya jambu mete, manga dan pada musim hujan baru ditanami jagung,” ujarnya.

Dengan potensi lahan kering cukup besar itu, Najmul menyadari pentingnya inovasi teknologi yang diimbangi sumber daya manusia untuk memanfaatkan lahan tersebut. Karena itu ia mendukung program sistem irigasi tetes yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara.

Bahkan Najmul siap dan akan memfasilitasi ketersediaan pasar pertanian. Salah satunya untuk kebutuhan hotel yang banyak tumbuh di Lombok Utara agar menyerap hasil pertanian masyarakat. Sehingga berdampak pada peningkatkan nilai ekonomi petani jauh lebih baik,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Pekerbunan NTB, Husnul Fauzi juga berharap penggunaan sistem irigasi tetes ini petani yang sebelumnya hanya bisa panen sekali setahun menjadi tiga kali setahun. Di lokasi pencanangan juga dilakukan demonstrasi penanaman bibit jagung menggunakan kendaraan traktor dan pemupukan yang telah disesuaikan dengan PH tanah.

Cara ini berbeda dengan cara konvensional yang mana petani memupuk setelah bibit tumbuh. Melalui cara baru ini, petani diproyeksikan bisa menanam 3 kali setahun dengan hasil panen meningkat 20 persen, sehingga pemanfaatan lahan kering lebih maksimal,” katanya.

Selain meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di lahan kering, menurut Husnul, pemilihan Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi pencanangan industrialisasi pertanian untuk membantu pemulihan Lombok Utara pasca bencana gempa bumi tahun lalu. Selain melibatkan petani dan penyuluh dalam mendampingi, kita juga melibatkan pihak swasta untuk membantu mensukseskan industrialisasi pertanian,” katanya.

 

Reporter : Syamsul Riyadi
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018