Rabu, 12 Desember 2018


UPJA Amanah Jaya Kebanjiran Permintaan Sewa Alsintan

04 Des 2018, 16:27 WIBEditor : Ira

Pelatihan pemakaian alsintan di UPJA Amanah Jaya

TABLOIDSINARTANI.COM -- Mekanisasi pertanian yang diperkenalkan Kementerian Pertanian (Kementan) sejak empat tahun silam sangat membantu petani yang lahannya cukup luas. Unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) pun mulai berkembang di sejumlah daerah. Bahkan, sejumlah UPJA yang dibentuk gabungan kelompok tani (Gapoktan) banyak yang kebanjiran pesanan sewa alsintan saat musim tanam dan musim panen tiba.

UPJA Amanah Jaya adalah salah satu contoh UPJA yang banyak menerima pesanan penyewaan alsintan dari petani ketika musim tanam dan musim panen tiba. UPJA yang berkedudukan di Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) sampai kewalahan menerima pesanan penyewaan alsintan dari anggotanya.

“Di sini lahan yang dimiliki petani cukup luas, rata-rata 2 ha/KK. Sehingga kalau tak menggunakan alsintan petani malah kesulitan untuk olah tanah, tanam dan panen. Karena alsintan yang kami miliki terbatas, pada saat musim tanam dan panen kami sering kewalahan untuk dapat memenuhi permintaan petani,” kata Manager UPJA Amanah Jaya Agus Cahyono, di Jakarta.

Menurut Agus, di Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Muara Telang bukan UPJA yang mencari petani untuk menggunakan alsintan. Tapi, petani yang mencari alsintan untuk olah tanah, tanam dan panen.

Lantaran petani sangat membutuhkan jasa alsintan, manajemen UPJA Amanah Jaya pun mudah dalam melakukan sosialisasi ke petani. “Karena itu, mekanisasi sangat potensial dikembangkan di Kec. Muara Telang. Khususnya pada musim panen (Januari-Februari) dan musim tanam (September-Oktober) permintaan alsintan melonjak drastis,” jelas Agus.

UPJA Amanah Jaya yang berdiri pada tahun 2012, sudah sejak lama mengenalkan alsintan (khususnya traktor roda dua) ke petani. UPJA yang berada di bawah naungan Gapoktan Tani Mulyo ini sebelum fokus menyewakan alsintan ke petani pernah mengembangkan usaha sarana produksi pertanian (saprodi) seperti pupuk dan pestisida meski dalam skala kecil.

Setelah tahun 2017 mendapat bantuan alsintan dari pemerintah, manajemen UPJA Amanah Jaya mulai fokus menyewakan alsintan ke petani. Gayung pun bersambut, aktivitas sewa menyewa alsintan yang dikembangkan ke petani hingga saat ini berjalan cukup lancar.

Usaha jasa penyewaan alsintan ke petani pun sudah menuai hasil. Tercatat, pada tahun 2017 UPJA Amanah Jaya berhasil membukukan keuntungan dari sewa alsintan sebesar Rp 70 juta. Diperkirakan, hingga akhir tahun 2018 manajemen UPJA bisa mendapat keuntungan dari sewa alsintan sebesar Rp 100 juta.

“Mudah-mudahan pendapatan kami dari sewa alsintan pada tahun ini meningkat. Kami perkirakan lebih dari tahun sebelumnya. Sebab, pada November tahun ini masih banyak petani yang memanfaatkan combine harvester untuk panen,” kata Agus.

Agus mengemukakan, selama ini combine harvester dan traktor paling banyak disewa petani. Bahkan, penggunaan combine harvester sangat dominan sehingga 60% pemasukan kas UPJA berasal dari sewa alat mesin pemanen tersebut. Sedangkan sisanya berasal dari jenis alsintan lainnya.

“Bagaimana petani tak tertarik. Kalau menggunakan combine harvester hanya butuh waktu 2-2,5 jam/ha. Kalau satu hari alat ini bisa digunakan untuk panen padi di lahan seluas 3 ha. Apabila panen manual perlu 20-30 orang/hari/ha,” kata Agus.

Sedangkan traktor roda hanya butuh waktu 2 hari/ha. Kalau menggunakan traktor roda 4 petani paling lama butuh waktu 1 hari/ha. “Kalau menggunakan alat penanam jagung hanya butuh waktu 1 hari/ha. Kalau jagung ditanam secara manual perlu waktu 4 hari/ha,” ujarnya.

Reporter : idt
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018