Wednesday, 21 October 2026


Musim Tanam Tiba, Intensitas Penggunaan Alsintan Meningkat

10 Dec 2018, 12:50 WIBEditor : Yul

Penggunaan alsintan makin diminati petani

TABLOIDSINARTANI.COM -- Memasuki musim tanam pertama (MT-1) pertama periode Oktober-Maret, sejumlah unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) di daerah mulai disibukkan dengan kegiatan olah lahan. Tak heran apabila penggunaan alsintan, khususnya mesin traktor roda dua dan empat di pada awal Desember 2018 intensitasnya meningkat.

Bahkan, banyak UPJA yang kewalahan menerima pesanan alsintan dari petani dan kelompok tani. Salah satu yang disibukkan dengan kegiatan olah lahan adalah UPJA Jaya Makmur. UPJA yang berada di bawah naungan Gapoktan Tani Agung memasuki MT-1 tahun ini mulai kebanjiran permintaan sewa alsintan, khususnya traktor roda dua dan empat.

“Kebetulan pada awal Desember tahun ini mulai turun hujan. Petani sepertinya tak mau menyia-nyiakan datangnya hujan di MT-1 pada tahun ini. Karena itu, permintaan sewa traktor roda dua dan empat saya perkirakan sampai awal Desember masih dominan,” kata Ketua Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Jaya Makmur, Paimin, pekan lalu.

Menurut Paimin, UPJA Jaya Makmur yang berlokasi di Desa Wringin Agung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi yang didirikan pada tahun 2012 sampai saat ini masih konsisten menyewakan alsintan ke petani dan kelompok tani. “Memang usaha utama UPJA saat ini adalah menyewakan alsintan. Kami juga ada usaha lainnya seperti simpan pinjam. Namun, usaha ini hanyalah usaha sampingan,” jelasnya.

Paimin memprediksi, olah lahan akan terus berlangsung sampai akhir Desember 2018. Pada Desember diharapkan semua petani di Desa Wringin Agung, Kec. Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sudah mulai tanam padi. Pada November lalu menurutnya, hujannya belum merata, sehingga petani belum berani tanam.

“Desember ini diperkirakan hujannya sudah mulai merata. Sehingga dari Desember 2018 sampai Januari 2019 petani bisa langsung tanam padi. Akhir Januari 2019, petani sudah berakhir tanam,” papar Paimin.

Paimin mengungkapkan, jika tanam pada Desember-Januari, maka pada Maret-April tahun depan, petani diperkirakan akan panen. Saat panen, UPJA Jaya Makmur sudah mengantisipasi dengan persiapan alat panen (combine harvester). “Kalau petani mulai tanam padi, kami sudah siapkan rice transplanter,” ujarnya.

UPJA Jaya Makmur tercatat memiliki alsintan relatif banyak. Diantara alsintan bantuan Kementerian Pertanian itu meliputi rice transplanter 1 unit, traktor tangan 5 unit, hand sprayer 2 unit, pompa air 1 unit, Apo (alat pembuatan pupuk organik) 1 unit, combine harverster (besar) dan combine harvester (sedang) masing-masing 1 unit dan traktor roda 4 sebanyak 1 unit.

Tak Asing Lagi

Menurut Paimin, petani di Kecamatan Gambiran sudah tak asing lagi dengan alsintan. Bahkan, di musim kemarau pada Juli-Agustus lalu, petani di Kecamatan Gambiran tetap melakukan olah lahan karena sebagian lahan petani ada yang sudah dilengkapi dengan fasilitas irigasi. Sedangkan yang tak dilengkapi dengan fasilitas irigasi pun masih bisa tanam palawija, seperti jagung.

“Sewa alsintan pada musim kemarau tahun ini juga berjalan lancar. Sampai Oktober lalu, sejumlah petani masih banyak yang memanfaatkan combine harvester untuk panen padi,” kata Paimin.

Petani di sekitar Kecamatan Gambiran, seperti di Desa Kedung Asri, Kecamatan Tegal Dlimo dan Desa Kemang, Kecamatan Srono, Banyuwangi pada Agustus lalu sudah mulai olah lahan (tanah,red). Karena itu, penggunaan traktor roda dua dan empat sebenarnya sudah dimulai pada Agustus lalu.

“Kalau pada November tahun ini penggunaan traktor bertepatan dengan musim tanam (MT-1), sehingga intensitasnya kami perkirakan lebih banyak. Karena tak hanya di sejumlah desa yang sudah ada fasilitas irigasi yang memanfaatkan traktor. Tapi, di sejumlah desa tadah hujan pun mulai olah lahan,” papar Paimin.

Paimin menjelaskan, petani yang ada di kawasan Bayuwangi Selatan seperti di Kecamatan Tegalsari, Genteng, Srono, dan Tegal Dlimo yang lahannya tadah hujan menjelang akhir tahun ini banyak yang olah lahan. Setelah olah lahan, petani segera tanam padi. “Mereka tak mau kehilangan kesempatan. Begitu ada hujan, mereka segera olah lahan terus ditanami,” ujarnya.

Reporter : idt
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018