Wednesday, 21 October 2026


Bekasi Masih Kekurangan Tenaga Operator Traktor

11 Dec 2018, 10:59 WIBEditor : Ahmad Soim

Penggunaan alsintan makin diminati petani

Pada beberapa Unit Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA ) ditemukan belum ada tenaga mekanik, mengakibatkan alsintan yang rusak dapat terbengkalai dan tidak bisa digunakan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Kabupaten Bekasi masih kekurangan tenaga operator traktor dan alat mesin pertanian (alsintan). Akibatnya pengolahan sawah terlambat. Untuk mengatasi hal ini, meminta Kementerian Pertanian agar melakukan bimbingan teknis untuk memperbanyak tenaga operator traktor dan teknisi alsintan.

 

Hal itu mencuat dalam  kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi bertajuk Optimalisasi Alsintan tahun 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan, Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Bekasi serta  Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan lingkup Kabupaten Bekasi. Alsintan yang menjadi sorotan saat ini adalah traktor, combine hervester dan pompa air.

 

Data sementara dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, luas lahan sawah lebih kurang 51.000 Ha, dengan jumlah alsintan bantuan pemerintah yang terdiri dari traktor sebanyak 206 unit, combine hervester 8 unit dan pompa air 217 unit. Selain itu alsintan juga banyak dimiliki petani secara pribadi.

 

BACA JUGA:

> Suparji Raih Rekor MURI Berkat Hasilkan TBS 95 kg

> Gerakan Korporasi Petani Bagaimana PPL Memulainya

> Model AgroindustrI Sagu Bakal Dikembangkan di Palopo

 


Pada kegiatan optimalisasi alsintan ini akan diadakan pendataan ulang jumlah alsintan bantuan pemerintah periode tahun 2014 sampai tahun 2018 dan juga milik petani, sehingga nanti akan diketahui berapa jumlah alsintan yang ada, sebagai kekuatan mengelola usaha pertanian milik petani di Kabupaten Bekasi.


Berdasar hasil diskusi, beberapa permasalahan yang dihadapi tahun 2018 antara lain : a) Tenaga operator traktor sangat kurang, sehingga pengolahan sawah terhambat karena harus menunggu operator trakror yang bekerja di tempat lain, padahal masih ada traktor yang tidak dijalankan, b) Pada beberapa UPJA belum ada tenaga mekanik, mengakibatkan alsintan yang rusak terbengkalai tidak bisa digunakan.


Untuk mengatasi kedua permasalahan diatas diharapkan   Kementerian Pertanian memberikan Bimbingan Teknis untuk memperbanyak tenaga operator traktor dan teknisi alsintan.

Reporter : Edizal
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018