Sabtu, 25 Mei 2019


Dryer untuk Petani Kota Wali, Siap Beroperasi Saat Panen Musim Hujan

28 Jan 2019, 12:45 WIBEditor : Yul

Dryer atau mesin pengering bantuan Kementerian Pertanian

TABLOIDSINARTANI.COM, DEMAK -- Petani di Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng) bolehlah bergembira. Sebab, tak lama lagi mereka bisa memanfaatkan dryer (mesin pengering) padi saat panen tiba di musim penghujan tahun ini.

Kehadiran alat pengering padi di musim penghujan tahun ini tentunya sangat bermanfaat bagi petani di Kabupaten Demak, Jateng. Mengingat selama ini sejumlah petani padi di Kota Wali sangat kesulitan menjemur padi di musim penghujan, karena lantai jemur mereka terbatas. Karena lantai jemurnya terbatas, padi yang dijemur pun tingkat kekeringannya tak optimal.

Dryer atau mesin pengering bantuan Kementerian Pertanian ini tentu saja sangat bermanfaat bagi petani di Kabupaten Demak saat panen padi di musim penghujan seperi tahun ini,” kata Manajer UPJA Karya Bersama, Muhson, di Jakarta.

Menurut Muhson, petani nantinya bisa memanfaatkan alat pengering padi yang sesuai rencana akan dikelola UPJA. Sehingga, saat panen di musim penghujan petani tak perlu repot lagi untuk menjemur padinya. “Tak lama lagi, padi petani bisa dijemur dengan dryer,” ujarnya.

Dryer bantuan Kementerian Pertanian pada akhir tahun 2018 lalu, diharapkan bisa segera dioperasikan pada Februari 2019 mendatang. Dryer yang dibangun di Desa Megonten, Kec. Kebonagung, Demak sampai saat ini masih dalam proses pemasangan. Setelah pemasangannya selesai, dilanjutkan dengan uji coba. Nah, setelah itu mesin pengering padi tersebut bisa dikomersilkan ke petani.

“Untuk itu, setelah selesai pemasangannya, kami akan koordinasi dengan dinas terkait. Kami berharap dryer tersebut bisa segera dioperasikan. Petani yang panen padi pada Maret 2019 bisa memanfaatkan alat pengering tersebut,” papar Muhson.

Tentunya, sebelum dryer tersebut dioperasikan, manajemen UPJA Karya Bersama akan mendapat pelatihan cara mengoperasikannya dari dinas terkait. Manajemen UPJA nantinya akan ikut andil dalam pengelolaan mesin pengering padi berkapasitas 6 ton/hari tersebut.

Sesuai rencana, manajemen UPJA ke depan akan membeli gabah petani yang baru saja dipanen, kemudian dikeringkan dengan dryer. Setelah dikeringkan, gabah tersebut langsung diolah di mesin penggilingan.

“Mesin pengering tersebut akan terhubung dengan mesin penggilingan yang kami miliki. Disamping mesin penggiling padi, kami nantinya bisa mengelola mesin pengering padi tersebut. Namun, untuk sampai saat ini jasa sewa dryer-nya berapa besar masih kami bicarakan dengan manajemen UPJA,” tutur Muhson.

Ia juga berharap petani di Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jateng bisa memanfaatkan mesin pengering padi ini dengan optimal. Jika dryer ini bisa segera dioperasikan, petani di Kecamatan Kebonagung, Demak pada panen awal tahun ini (awal Maret) bisa memanfaatkan mesin pengering tersebut.

Dryer ini sekali proses penjemuran padi, kapasitasnya sekitar 16-20 ton/jam. Jadi, petani tak perlu kawatir padinya tak bisa dijemur di musim hujan. Dengan alat pengering padi ini, kami juga berharap produksi padi yang dihasilkan petani di musim penghujan masih tetap tinggi,” papar Muhson.

Reporter : Idt
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018