Rabu, 12 Desember 2018


Gerakan Korporasi Petani, Bagaimana PPL Memulainya?

06 Des 2018, 13:38 WIBEditor : Ahmad Soim

FGD Korporasi Petani di kalangan PPL di Sumsel | Sumber Foto:Lina

Melalui focus group discussion (FGD) di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel (5/12) penyuluh dapat membangun kelembagaan petani menjadi kelembagaan ekonomi petani dan berujung pada korporasi petani.

 TABLOIDSINARTANI.COM - Gerakan penyuluh membangun korporasi petani dimulai dengan pemahaman yang sama diantara penyuluh pertanian tentang makna dari kebijakan terkait korporasi petani.

 

Melalui focus group discussion (FGD) yang dilaksanakan di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan (5/12) yang diikuti oleh Pejabat Struktural dan Penyuluh Pertanian Provinsi Sumsel diharapkan dapat menjadi langkah awal penyuluh dapat membangun kelembagaan petani menjadi kelembagaan ekonomi petani dan berujung pada korporasi petani.



FGD dibuka oleh Kepala Bidang Pengolahan Hasil dan Penyuluhan Pertanian (PHPP) Pemprov Sumsel,  Dwiritakesuma Wardani. Narasumber dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI adalah Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian - Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), Zahron Helmy yang didampingi oleh Yoyon Haryanto, Kepala Subbidang Kelembagaan Petani.



Untuk membuka  diskusi Zahron Helmy memaparkan tentang arah gerakan penyuluh membangun korporasi petani.Zahron mengatakan Korporasi dapat dibentuk dari kumpulan kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan unit usaha yang diarahkan berbadan hukum melalui koperasi atau perseroan terbatas. Selain itu fokus gerakan berada di Balai Penyuluhan Pertanian sebagai satminkal penyuluh yang bekerjasama dengan pejabat rumpun ilmu hayat pertanian lainnya untuk mengembangkan korporasi petani.

 

BACA JUGA:

> WOW Untung Rp 160 juta PER ha dengan Bertanam Pisang

> 4 Hal Ini yang Dilaporkan PPL Sukabumi Secara Online dan Real Time

> Lakukan Ini Agar Tanah Kembali Sehat

 


Pada kesempatan diskusi ini juga disampaikan tentang indikator keberhasilan penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Mempermudah monitoring pencapaian kinerja seorang penyuluh dalam memenuhi capaian tersebut saat ini Pusat Penyuluhan Pertanian sedang mengembangkan aplikasi pelaporan berbasis android yang diberi nama APIKLUHTAN, sehingga kedepan pendampingan kegiatan penyuluhan salah satunya pengembangan korporasi petani dapat dilakukan dengan cepat dan faktual.


Lina

Reporter : Lina
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018