Rabu, 12 Desember 2018


Lakukan Ini Agar Tanah Kembali Sehat

04 Des 2018, 15:29 WIBEditor : Gesha

Pengomposan jerami menjadi jalan untuk pemenuhan bahan organik bagi tanah yang sakit | Sumber Foto:ISTIMEWA

Tanah yang kurang sehat, menghasilkan tanaman yang kurang baik

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Tanah menjadi penting bagi perkembangan tanaman sebab asupan nutrisi dan air akan lancar jika tanahnya sehat. Lantas bagaimana caranya agar tanah kembali sehat?.

Tercatat, Tanah sawah di Indonesia ada sekitar 8 juta ha dan yang status bahan organiknya rendah atau kurang sehat mencapai 70 persen atau kurang lebih 5 juta ha. 

"Kurang sehatnya tanah karena penggunaan (lahan) intensif sehingga tanah menjadi teroksidasi dan bahan organik menjadi terdekomposisi dan kandungan di dalam tanah menjadi sedikit," ungkap Kepala  Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Dedy Nursyamsi di BBSDLP, Selasa (04/12).

Sedangkan degradasi merupakan lanjutan dari tanah yang kurang sehat dan tidak ada perbaikan tanah sehingga produktivitas pertanian menurun drastis.

Kondisi tersebut bisa semakin parah jika terjadi di lahan miring yang tererosi tanpa adanya konservasi. "Misalnya di lahan sayuran yang tadinya 10 ton per ha menjadi 5-6 ton saja per ha," tuturnya.

Salah satu caranya adalah dengan mengembalikan kandungan organik dalam tanah. Dengan cara mengembalikan biomass jerami padi kedalam tanah.

Jerami tersebut akan di dekomposisi secara alamiah di lahan kemudian diaduk saat pengolahan sehingga nantinya bahan organik tanah akan meningkat.

"Atau bisa juga jeraminya dimakan oleh sapi kemudian kotoran sapinya dikembalikan ke lahan. Jadi harus dikembalikan ke lahan. Jangan dibuang atau dibakar!," tegasnya.

Dedy menambahkan jika membuang jerami dengan cara dibakar itu sangat tidak bijaksana. Karena membakar jerami justru mengakibatkan hilangnya sebagian besar unsur hara yang terkandung.

Dari beberapa literatur, jerami mengandung kandungan Silikat 4-7 persen, Kalium Oksida 1,2-1,7 persen, Posphor Oksida 0,07-0,12 persen, hingga kandungan nitrogen 0,5-0,8 persen.

Dengan pengomposan, unsur-unsur hara tersebut sangat berguna bagi tanaman. Kompos jerami mampu memperbaiki sifat-sifat tanah, baik fisik, kimia maupun sifat biologi tanah.

Pemberian kompos jerami pada tanaman mampu meningkatkan hasil panen. Sebaliknya membakar jerami secara perlahan dapat menurunkan hasil panen.

Hal ini dikarenakan jerami yang dibakar hanya memiliki kandungan unsur hara yang sangat sedikit. Unsur hara pada jerami hilang saat proses pembakaran terjadi.

Karena itu sebaiknya petani menumpukkan jerami sisa panen di lahan dan biarkan terdekomposisi secara alami.

"Nanti dengan sendirinya bahan organik akan melimpah, kesehatan tanah akan terjamin. Pertumbuhan tanaman akan bagus," tutur Dedy.

Rekomendasi untuk tidak membakar jerami ini sudah diimplementasikan di beberapa daerah.

"Apalagi harvester, yang dipanen hanya bagian atasnya. Sehingga memudahkan untuk dekomposisi di lahan dengan mengolahnya di tanah," tutup Dedy.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018