Wednesday, 21 October 2026


Sewa Sistem Bawon

11 Feb 2019, 12:08 WIBEditor : Yul

Mengoptimalkan bantuan alsintan yang telah pemerintah berikan

 

Kendati petani di Kabupaten Way Kanan sudah menerapkan mekanisasi pertanian, manajemen UPJA Mandiri tetap menjaga kearifan lokal masyarakat setempat. Untuk itu, CH yang disewakan ke petani dan anggota UPJA Mandiri masih menggunakan sistem bawon yang memang sudah lazim digunakan petani Way Kanan saat panen padi.

Petani Way Kanan yang sewa CH bisa membayarnya dengan sistem “bawon” dengan perbandingan 10:1. Artinya, jika panennya menghasilkan 10 ton, maka petani harus membayar dengan padi sebanyak 1 ton.

Rasid mengungkapkan, untuk petani di luar daerah Way Kanan yang menyewa CH dikenakan ongkos sewa Rp 1,2 juta/ha. “Nah, petani yang tergabung di sejumlah UPJA di luar Way Kanan, seperti di Mesuji, Tulangbawang, dan Oku Timur (Sumatera Selatan) kalau menyewa CH kami kenakan sewa secara tunai, Rp 1,2 juta/ha. Kalau pas musim panen seperti awal tahun ini pengguna CH di luar Way Kanan relatif banyak,” papar Rasid.

Menurut Rasid, untuk sewa traktor roda 4 (TR 4) petani Way Kanan dikenakan ongkos Rp 800 ribu/ha. Sewa TR 4 ini termasuk ongkos untuk operatornya. Artinya, petani harus membayar lagi ongkos operator yang besarnya Rp 400 ribu/ha. “Ongkos operatornya kami yang membayarnya,” ujarnya.

Selain CH, petani yang menggunakan TR 4 di Way Kanan jelang musim tanam tiba relatif cukup banyak. Bahkan, penggunaan TR 4 ini sangat familiar bagi petani Way Kanan. Bisa dikatakan, sebagian besar petani di Way Kanan kalau olah tanah sudah menggunakan TR 4. “Untuk olah tanah, baik saat jelang tanam padi atau palawija petani Way Kanan banyak yang sudah memanfaatkan traktor roda 4,” ujarnya.

Rasid mengakui, meskipun banyak petani yang sudah menggunakan CH dan TR 4, saat musim tanam tiba, tapi petani Way Kanan masih banyak yang belum memanfaatkan rice transplanter. Petani masih menanam secara manual. “Kami sudah memiliki rice transplanter 1 unit. Karena alsintan ini termasuk baru, sejumlah petani Way Kanan masih melakukan uji coba di lahan 1 ha. Setelah uji coba, nantinya akan kami sosialisasikan lebih laus lagi ke petani,” papar Rasid.

Data UPJA Mandiri menyebutkan, pada tahun 2017 lalu UPJA Mandiri mendapat bantuan CH sebanyak 3 unit dan traktor roda 4 sebanyak 2 unit, dari Kementerian Pertanian (Kementan). Selanjutnya, pada tahun 2018, UPJA Mandiri mendapat limpahan traktor roda dua sebanyak lima unit dari Babinsa Way Kanan. Nah, traktor roda dua limpahan dari Babinsa tersebut saat ini sudah sepenuhnya diberikan kepada UPJA Mandiri.

 

Reporter : Idt
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018