
Bantuan besar-besaran Alsintan pada 4 tahun terakhir mengubah wajah pertanian Indonesia lebih modern.
Ribuan bantuan alsintan ke kelompok tani (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan), UPJA, dan Brigade Alsintan di kabupaten/kota dan kecamatan sudah banyak termanfaatkan. Namun demikian, pemerintah tetap memantau penggunaannya di tingkat petani, bahkan mengoptimalkan alsintan tersebut.
Karena itu, pemerintah akan mengidentifikasi kembali bantuan alsintan. Jika dalam identifikasi tersebut ditemukan ada alsintan yang belum dimanfaatkan, maka bisa dioptimalkan dengan memberdayakan UPJA untuk memobilisasi penggunaan alsintan di tingkat petani.
Identifikasi alsintan yang ada di Poktan, Gapoktan, UPJA dan Brigade Alsintan ini sangat penting untuk mengetahui apakah alsintan tersebut masih layak pakai atau tidak? Identifikasi juga berfungsi untuk mengetahui apakah alsintan yang masih layak pakai itu sudah dimanfaatkan atau belum?
Data Ditjen PSP, Kementerian Pertanian menyebutkan, sampai tahun 2018 sudah sekitar 385.170 unit alsintan yang didistribusikan ke petani. Alsintan tersebut terdiri dari, traktor roda dua (TR 2), traktor roda empat (TR 4), pompa air, rice transplanter (RT), chopper, cultivator, excavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung dan alat tanam jagung semi manual dan combine harvester (CH).
Pada tahun 2015, Ditjen PSP Kementan menyalurkan alsintan sebanyak 54.083 unit. Sedangkan pada tahun 2016 sebanyak 148.832 unit, tahun 2017 sebanyak 84.356 unit, dan tahun 2018 sebanyak 115.435 unit (per Oktober 2018). Alsintan tersebut telah diberikan kepada sejumlah Poktan, Gapoktan, UPJA dan Brigade Alsintan.
Untuk optimalisasi alsintan, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan penyuluh terus memobilisasi penggunaan alsintan agar bisa digunakan secara optimal oleh petani. Mobilisasi alsintan ke depan akan mendorong dan mendukung perubahan pola tanam dan produksi petani.
“Karena itu, UPJA, Gapoktan dan Poktan yang sudah terorganisir dengan baik harus didayagunakan dalam rangka optimalisasi penggunaan alsintan,” kata Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementan, Bustanul Arifin saat memberi arahan pada Rakor Optimalisasi Pamanfaatan Alsintan di Provinsi Lampung, bebarapa waktu lalu.
Mantan Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementerian Pertanian itu mengatakan, UPJA, Gapoktan dan Poktan ke depan bisa dikoordinasi oleh Brigade Alsintan yang ada di setiap kecamatan. Sementara itu, pemerintah melalui dinas terkait dan penyuluh secara masif mendampingi untuk mobilisasi alsintan sampai ke tingkat petani.
“Agar optimalisasi penggunaan alsintan dapat berjalan, petugas di tingkat provinsi dan daerah bisa sharing dana dalam rangka menggerakkan alsintan yang dikelola UPJA, Gapoktan atau Poktan,” tutur Bustanul. Optimalisasi alsintan melalui UPJA diharapkan dapat mencegah bantuan pemerintah mangkrak.