Wednesday, 21 October 2026


Rambah Daerah Lain

19 Mar 2019, 11:25 WIBEditor : Yul

Penambahan alsintan sangat relevan untuk pengembangan usaha UPJA.

Hal yang hampir sama juga dilakukan UPJA Setia Dadi. UPJA yang berlokasi di Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jateng, tak hanya mengoptimalkan sewa alsintan ke petani sekitarnya. Manajemen UPJA Setia Dadi pada tahun ini mulai menyewakan alsintan, khususnya combine harvester, sampai ke daerah lain.

Ketua UPJA Setia Dadi, Edy Kuswanto mengatakan, dengan berbekal 3 unit combine harvester (CH), manajemen UPJA Setia Dadi bisa melayani sewa alat panen padi untuk sejumlah petani di luar Jawa, seperti Lampung dan Palembang. Petani yang menyewa CH tersebut dikenakan sewa sebesar Rp 2,5 juta/ha.

“Dari 3 unit itu, satu unit combine harvester yang kami miliki khusus disiapkan untuk melayani kebutuhan petani di Cilacap dan sekitarnya. Kebetulan permintaan sewa combine harvester di Cilacap dan sekitarnya juga banyak,” tutur Edy.

UPJA Setia Dadi yang didirikan pada tahun 2004 itu sudah memiliki 18 unit alsintan, salah satunya CH bantuan pemerintah pada tahun 2013. Pada tahun yang sama, manajemen UPJA membeli dua unit combine harvester dengan harga Rp 180 juta/unit dengan cara dikredit.

Jika melihat perjalanan UPJA Setia Dadi, maka pada awal kegiatannya hanya bermodal 1 unit traktor tangan yang dikredit dari program kerjasama operasi (KSO) Dinas Pertanian Kab. Cilacap. Berbekal 1 unit traktor tangan inilah manajemen UPJA Setia Dadi memulai usaha sewa alsintan ke petani sekitarnya.

“Tak lama berselang, kami dapat KSO lagi dengan Dinas Pertanian Kab. Cilacap sebanyak 1 unit traktor tangan. Satu unit traktor tangan ini juga kami beli dengan DP sebesar Rp 5 juta, sisanya kami angsur Rp 1 juta/musim, selama 10 musim,” kenang Edy.

Setelah berbekal dua traktor tangan, usaha sewa alsintan yang dilakukan UPJA Setia Dadi mulai kelihatan hasilnya. Dengan hanya sewa hanya Rp 600 ribu/ha, petani sudah merasa sangat terbantu ketika olah tanah.

Seiring berjalannnya waktu, bantuan alsintan yang diterima UPJA Setia Dadi terus berdatangan. Contohnya, Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Cilacap pada tahun 2006 juga memberi bantuan 1 unit traktor tangan.

Bahkan setelah terpilih mewakili Jawa Tengah sebagai UPJA Berprestasi, UPJA Setia Dadi mendapat bantuan dana sebesar Rp 275 juta. Dana tersebut kemudian dibelanjakan untuk membeli hand traktor, pompa air, rice transplanter, dan membangun gudang. Seiring waktu berjalan, menajemen UPJA terus melakukan penambahan jumlah alsintan seperti combine harvester.

Lantaran alsintan yang dimiliki cukup banyak, manajemen UPJA tersebut bisa lebih leluasa untuk mengembangkan sewa alsintannya. Manajemen UPJA kata Edy, kini terus mencari jaringan ke sejumlah sentra padi di Jawa maupun di luar Jawa untuk menyewakan alsintan. “Alsintan yang kami miliki harus dikelola dengan baik dan menjadi sumber penerimaan UPJA,” ujarnya.

Gandeng Gapoktan

Kendati sudah memiliki 18 unit alsintam, UPJA Setia Dadi tak melakukan monopoli dalam mengembangkan usaha UPJA-nya. UPJA Setia Dadi juga menggandeng Poktan, Gapoktan dan UPJa lainnya yang alsintannya belum bisa dioptimalkan, untuk dikembangkan secara bersama. “Alsintan yang dimiliki sejumlah Poktan, Gapoktan dan UPJA itu kami pinjam dan selanjutnya disewakan ke sejumlah daerah sentra padi yang memerlukan. Hasilnya kami bagi,” tutur Edy.

Alsintan yang disewakan ke sejumlah petani sejumlah daerah dipatok dengan ongkos sewa yang relatif terjangkau. Seperti hand traktor hanya dipatok dengan ongkos sewa sebesar Rp 900 ribu/ha, traktor roda empat sebesar Rp 70 ribu. Sedangkan cultivator ongkos sewanya hanya Rp 200/meter, pompa air Rp 25 ribu/jam, rice transplanter Rp 2 juta/paket, dan untuk combine harvester ongkos sewanya Rp 2,5 juta/ha.

Menggandeng UPJA lainnya di sejumlah daerah juga dilakukan UPJA Mandiri di Way Kanan, Provinsi Lampung. Diantara provinsi yang sudah menjadi langganan sewa alsintan UPJA Mandiri adalah UPJA di Sumatera Selatan dan Lampung. Manajemen UPJA Mandiri juga mengembangkan sewa alsintan ke sejumlah kabupaten dan kecamatan di Provinsi Lampung.

Ketua UPJA Mandiri, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Rasid Wahyono mengatakan, kerjasama dengan sejumlah UPJA di provinsi dan kabupaten di luar Kabupaten Way Kanan untuk mengantisipasi agar tidak ada alsintan yang menganggur. Pada akhir tahun dan awal tahun 2019 sejumlah alsintan seperti combine harvester dan Traktor Roda 4 banyak yang tak dimanfaatkan petani Way Kanan, disewakan ke sejumlah petani Mesuji, Tulangbawang, dan Oku Timur (Sumatera Selatan).

Reporter : Idt
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018