
Dirjen Perkebunan, Bambang bersama Wakil Gubernur Jabar, UU Ruzhanul Ulum (berbaju putih) dan salah satu mantan Menteri Pertanian Anton Apriantono (paling kanan) membuka acara Hari Perkebunan ke 61
TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung --- Tak seperti biasanya, Gedung Sate, Bandung, yang dikenal sebagai tempat Pemerintahan Provinsi Jawa Barat (Jabar), Sabtu (8/12) tampak meriah.
Semakin siang, suasana halaman Gedung Sate semakin ramai dikunjungi masyarakat untuk menyaksikan dan memeriahkan Hari Perkebunan (Harbun) ke-61 yang digelar Pemerintah Provinsi Jabar bersama Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.
Ada panggung hiburan dan ratusan tenda yang menyajikan aneka produk perkebunan seperti kopi, teh, kakao yang digelar di halaman gedung bersejarah tersebut.
Masyarakat pun bisa mencoba aneka produk perkebunan yang cita rasanya tinggi di stand-stand pameran.
Pada Hari Perkebunan ke-61 1 tahun ini, Pemprov Jabar dipilih sebagai tuan rumah dan Bandung dijadikan tempat ajang perayaanya.
Mengapa demikian? Menurut Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang, karena Bandung, dan khususnya Pemprov Jabar sebagai salah satu pemerintah daerah yang punya komitmen tinggi mengawal perkebunan.
"Hari perkebunan merupakan salah satu tonggak bersejarah seluruh masyarakat perkebunan Indonesia. Karena itu, Hari Perkebunan (Harbun) ke-61 diperingati segenap stakeholder perkebunan dengan penuh kebahagian dan kekhidmatan," kata Bambang, saat memberi sambutan Hari Perkebunan ke-61, di Bandung, Sabtu (8/12).
Bambang mengatakan, peringatan Hari Perkebunan Ke-61 tahun 2018, dengan tema “Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan" akan dimeriahkan dengan pameran hasil perkebunan, work shop dan talk show tentang perkebunan.
"Peringatan Hari Perkebunan ke 61 yang digelar di Gedung Sate, Bandung merupakan hasil kerjasama Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Peringatan Hari Perkebunan yang berlangsung tanggl 8-10 Desember 2018 juga menghadirkan produk - produk unggulan perkebunan daerah, alat dan mesin pertanian, hasil riset dan teknologi," kata Bambang.
Rangkaian acara Harbun ke-61 juga dimeriahkan dengan pameran yang digelar di 103 booth dengan jumlah 95 peserta yang terdiri dari 33 SKPD provinsi yang membidangi perkebunan, Kementerian Pertanian, asosiasi, dewan komoditas, perusahaan swasta, yayasan dan pemangku kepentingan terkait perkebunan lainnya.
Rangkaian peringatan Harbun ke-61 juga diisi dengan kegiatan workshop Dewan Komoditi Perkebunan yang membahas isu strategis terkini pembangunan perkebunan.
Bambang juga mengatakan, kegiatan Workshop diisi oleh Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia, Dewan Kelapa Indonesia, Dewan Kakao Indonesia, Dewan Teh Indonesia, Dewan Rempah Indonesia, Dewan Karet, Dewan Kopi Indonesia dan Dewan Atsiri Indonesia dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian/Lembaga terkait, Dewan Komoditas Perkebunan Indonesia, praktisi perkebunan dan pemangku kepentingan terkait.
"Dalam acara pembukaan yang dimulai Sabtu (8/12) juga dilakukan penyerahan database pekebun sawit swadaya oleh yayasan Kehati dan Yayasan Setara kepada Ditjen Perkebunan," ujar Bambang.
Menurut Bambang, puncak peringatan hari perkebunan ke- 61 yang akan dilaksanakan Senin (10/12) juga diisi dengan talk show, penandatanganan MOU, penyerahan penghargaan dan hadiah lomba.
"Harapan kami dengan adanya pameran produk perkebunan unggulan dapat ditindaklanjuti dengan kerjasama dan kontrak kemitraan sehingga semakin terbuka akses pasar produk perkebunan kita," papar Bambang.