
Irjen Kementan Justan Ridwan Siahaan terus melakukan manuver Pengawasan Internal lingkup Kementan.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjentan Kementan) terus melakukan manuver pengawasan demi menjaga akuntabilitas Kementerian Pertanian. Terbaru, Itjentan mengembangkan sistem pengawasan berbasis elektronik, Go-WAS.
Manuver tersebut sejalan dengan penerapan roadmap dan strategi ”Making Indonesia 4.0” yang diluncurkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) telah mengembangkan sistem pengawasan berbasis elektronik, GO-WAS. Sistem ini terdiri atas aplikasi Wistleblowing’s System, aplikasi SIGAP Protani dan E-Audit.
Baca Juga :
Mulai dari Aplikasi Wistleblowing’s System (WBS): http://www.pertanian.go.id/
Kemudian ada Aplikasi SIGAP Protani: http://sigap-upg.pertanian.go.id/, yaitu sistem Pelaporan online untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pimpinan dan seluruh pegawai lingkup Kementan dalam melaporkan penerimaan gratifikasi non kedinasan maupun kedinasan.
Lalu ada e-Audit, yaitu sistem kerja pengawasan Itjen Kementan secara elektronik. Dimana sistem ini terdiri atas tujuh aplikasi yang mencakup seluruh program kerja Itjen, antara lain; (1) e-kinerja, aplikasi pelaksanaan audit kinerja; (2) e-tujuan tertentu, aplikasi pelaksanaan audit kinerja; (3) e-reviu RKA-KL, aplikasi pelaksanaan reviu RKA-KL; (4) e-reviu LK, aplikasi pelaksanaan reviu Laporan Keuangan; (5) e-pengawalan; aplikasi pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; (6) e-evaluasi, aplikasi pelaksanaan evaluasi kegiatan strategis; dan (7) e-monitoring LHP, aplikasi pelaksanaan pemantauan Laporan Hasil Pemeriksaan Itjen.
Ke depan Itjen terus berupaya mewujudkan Kementan sebagai wilayah bebas dari korupsi, serta mengawal kepatuhan Kementan pada peraturan yang berlaku melalui berbagai program dan kegiatan. Seluruh upaya dan keberhasilan yang telah dicapai ini merupakan bentuk komitmen Itjen dalam mendukung pembangunan pertanian menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045.