Rabu, 12 Desember 2018


Gerpari Solusi Pembudidaya Dapatkan Pakan Murah Berkualitas

28 Nov 2018, 07:04 WIBEditor : Gesha

Direktur Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto menyatakan Gerpari Gerpari diharapkan bisa memberi jaminan ketersediaan pakan (ikan, red) yang terjangkau bagi pembudidaya skala kecil. | Sumber Foto: HUMAS DJPB

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Gerakan pakan mandiri (Gerpari) yang digaungkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) sejak tahun 2015, saat ini menjadi secercah harapan pembudidaya ikan untuk mendapatkan pakan berkualitas dengan harga terjangkau. Di tengah melonjaknya harga pakan pabrikan, Gerpari bisa menjadi solusi bagi pembudidaya untuk meningkatkan penggunaan pakan mandiri berbahan baku lokal.

 

Direktur Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan, Gerpari diharapkan bisa memberi jaminan ketersediaan pakan (ikan, red) yang terjangkau bagi pembudidaya skala kecil. Sebab, Gerpari merupakan langkah konkrit yang dilakukan kelompok pembuat pakan untuk memenuhi kebutuhan pakan berbahan baku lokal.

Guna mengembangkan Gerpari di sentra-sentra pembudidaya ikan, DJPB telah bekerjasama dengan badan pangan dunia (FAO) untuk mengadakan kegiatan supporting local feed efficiency for inland aquaculture in Indonesia yang dilakukan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. DJPB juga menggandeng PT. Pupuk Indonesia terkait dengan pengelolaan bahan baku pakan ikan khususnya Palm Kernel Meal (PKM). DJPB pun menggandeng FAFI Belanda dalam pengembangan bahan baku pakan dari limbah bir dan bacteria protein.

“Kerjasama ini tujuan utamanya adalah meningkatkan produksi pakan ikan khususnya pakan ikan air tawar yang berkualitas tinggi dan biaya hemat oleh produsen pakan ikan skala kecil di Indonesia”, kata Slamet di Jakarka (19/11).

Selain itu, DJPB juga mengembangkan pembuatan pakan dengan pabrik skala medium di 9 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di Aceh, Jambi, Lampung, Karawang, Sukabumi, Jepara, Situbondo, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. UPT ini akan menjadi motor untuk mengembangkan kawasan pakan mandiri.

Agar pembudidaya bisa membuat pakan mandiri berbahan baku lokal, KKP melalui DJPB juga memberi bantuan mesin pembuat pakan mandiri skala kecil. KKP juga memberi bantuan bahan baku pakan ikan, serta pengembangan berbagai jenis bahan baku pakan mandiri. “Kami juga menggandeng Smart Fish/UNIDO terkait dengan teknik formulasi pakan dengan harga murah berkualitas,” ujar Slamet.

Ketua Asosiasi Pakan Mandiri Nasional (APMN) Syafruddin Darmawan mengapresiasi langkah pemerintah untuk memudahkan pembudidaya ikan mendapatkan pakan berkualitas dengan harga terjangkau melalui Gerpari. “ Kami yakin melalui Gerpari, pembudidaya bisa mendapatkan pakan berkualitas dengan harga terjangkau (murah, red),” ujar Syafruddin Darmawan, di Jakarta belum lama ini.

Syafruddin mengatakan, untuk mendorong percepatan pengembangan pakan mandiri berbahan baku lokal, DJPB telah memberi bantuan mesin pengolah pakan kepada kelompok pembuat pakan mandiri yang sudah direkomendasi dinas setempat. Bantuan mesin pengolah atau pembuat pakan akan mendorong kelompok pembuat pakan mandiri lebih optimal dalam mencetak pakan mandiri di sejumlah sentra budidaya.


Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018