Senin, 18 Februari 2019


Persaingan Ekspor Udang Kian Ketat

17 Des 2018, 15:43 WIBEditor : Gesha

Ekspor udang kini semakin ketat, sehingga pembudidaya udang harus bisa melakukan efisiensi usaha dan menjaga kualitas | Sumber Foto:ISTIMEWA

Lakukan Efisiensi produksi dan tetap menjaga mutu hingga foodsafety

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto memperkirakan, persaingan perdagangan ekspor udang dunia diprediksi akan semakin ketat, seiring dengan preferensi konsumen global yang terus naik.

Oleh karenanya, agar produk udang nasional diterima pasar,  pembudidaya harus mampu menciptakan daya saing produk udang nasional yang kompetitif. "Agar berdaya saing, pembudidaya udang harus melakukan efisiensi produksi dan menjaga keterjaminan mutu atau foodsafety,” ujar Slamet.

Menurut Slamet,  apabila budidaya udang sudah efisien akan mendorong nilai tambah dan posisi tawar produk di pasaran.  Sedangkan mutu berkaitan dalam meningkatkan preferensi konsumen global terhadap produk udang nasional, serta kesadaran akan kesehatan.

“Terkait mutu atau foodsafety, KKP terus mendorong unit usaha budidaya udang untuk secara konsisten menerapkan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, yakni dengan mendorong pemenuhan sertifikasi Indonesian Good Aquaculture Practice (IndoGAP) dalam seluruh tahapan proses produksi, contohnya induk udang harus dari hasil breeding yang baik dan keluar masuk ke Indonesia harus yang bersertifikat free patogen,” papar Slamet.

Slamet menegaskan, dua faktor penting tersebut diharapkan mampu dipenuhi oleh seluruh pelaku bisnis budidaya udang di Indonesia. Sehingga produk udang nasional akan memiliki daya saing tinggi dan menjadi terdepan dalam mensuplai kebutuhan udang dunia," tegas Slamet.

Hingga saat ini, Indonesia menjadi satu-satunya negara produsen udang yang dinyatakan terbebas dari wabah EMS (Early Mortality Syndrome) yang telah mengakibatkan kerugian ekonomi besar dalam bisnis perudangan global. "Namun demikian, kita tidak boleh lengah terhadap kemungkinan munculnya wabah penyakit yang sewaktu waktu mengancam,” tutur Slamet.

Adapun volume produksi, dalam 5 (lima) tahun terakhir produksi udang nasional memperlihatkan tren positif dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 15,7 persen per tahun.

Sebagai komoditas unggulan ekspor perikanan nasional, komoditas udang selama 5 (lima) tahun terakhir (2013 -2017) tumbuh rata-rata 6,43 persen per tahun.

Berdasarkan catatan KKP, volume ekspor udang hingga akhir tahun 2018 ini diyakini mampu mencapai 180 ribu ton, atau naik dari 147 ribu ton pada tahun 2017. Sedangkan nilai ekspor naik dari USD 1,42 miliar menjadi USD 1,80 miliar.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018