Kamis, 21 Maret 2019


Gerpari Solusi Pembudidaya Dapatkan Pakan Murah Berkualitas

28 Nov 2018, 07:04 WIBEditor : Gesha

Direktur Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto menyatakan Gerpari Gerpari diharapkan bisa memberi jaminan ketersediaan pakan (ikan, red) yang terjangkau bagi pembudidaya skala kecil. | Sumber Foto: HUMAS DJPB

 

 

Produksi Bisa Ditingkatkan

Menurut Syafruddin, dengan banyaknya potensi bahan baku pakan di sejumlah daerah besar kemungkinan produksi pakan mandiri yang dikembangkan sejumlah kelompok pembuat pakan bisa ditingkatkan. Bahkan, dengan semakin banyaknya formulasi bahan baku pakan, akan membuat harga pakan mandiri makin terjangkau dan berkualitas.

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu praktisi pakan mandiri, Amien Cahyo. Menurut Amien, memang banyak ditemukan bahan baku pakan yang bisa dimanfaatkan kelompok pembuat pakan. Namun, untuk memudahkan kelompok pembuat pakan mendapatkan bahan baku perlu dibuat semacam jejaring. Artinya, harus ada lembaga yang khusus mensuplai bahan baku pakan berbasis lokal ke sejumlah kelompok pembuat pakan.

“Kalau sudah ada lembaga yang mendistribusikan bahan baku pakan berbasis lokal, saya yakin produksi pakan mandiri akan meningkat. Dan saya yakin produksi pakan mandiri yang dibuat sejumlah kelompok pembuat pakan bisa ditingkatkan volumenya, karena semua kelompok sudah memanfaatkan teknologi (mesin) yang volume produksinya terukur,” papar Amien.

Bahan Baku Lokal bisa digunakan untuk Gerpari

Amien juga mengatakan, di Pati, Jawa Tengah (Jateng) ada potensi bahan baku pakan seperti onggok (ampas ketela) dan nutrisi cair (dari ekstrak eceng gondok). Nah, di daerah ini bisa dijadikan salah satu contoh kawasan untuk mensuplai bahan baku pakan ke sejumlah daerah di sekitarnya.

“Dengan suplai bahan baku pakan yang kontinyu, produksi pakan pun akan kontinyu. Volumenya juga bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, untuk membuat pakan mandiri yang berkualitas memang ada formulasinya. Artinya, formulasi bahan baku pakan harus terukur sehingga pakan yang dihasilkan nanti kandungan proteinnya bisa mencapai 28 persen. Untuk pakan bandeng lanjut Amien, formulasi bahan baku pakan lokalnya bisa memanfaatkan tepung ikan dari bungkil kacang kedelai, hydrolisat gulma air (ekstrak eceng gondok), dedak, dan onggok (ampas ketela). Kalau untuk nila, formulasinya perlu ditambah bungkil kacang tanah.

Amien menjelaskan, agar kualitas pakan yang dihasilkan bagus, kelompok pembuat pakan perlu menambah minyak ikan, herbal (kencur, jahe, bawang putih), ekstrak cacing tanah, protein cair dan minyak nabati (CPO). “Kami juga menyarankan formulasi pakan mandiri berbahan baku lokal tersebut perlu juga tambahan enzime ( EZ+),” ujar Amien. (***)

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018