Selasa, 23 April 2019


Usaha Lidah Buaya Skala Rumah Tangga

18 Mar 2019, 10:57 WIBEditor : Yul

Produk olahan dari tanaman lidah buaya.

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA -- Siapa yang tidak mengenal lidah buaya atau biasa disebut dengan aloe vera adalah tanaman yang banyak dimanfaatkan untuk kosmetik, penyembuh luka serta makanan dan minuman segar. Lidah buaya ini tidak mempunyai daun, melainkan pelepah berwarna hijau yang pinggirannya terdapat duri. Ketika pelepah ini dikupas, isinya berupa gel dan gel tersebutlah yang biasanya dimanfaatkan.

Gel yang dihasilkan lidah buaya ini mempunyai aroma khas yang cukup menyengat. Ketika diraba, di tangan akan terasa lengket. Gel lidah buaya ini biasanya digunakan untuk mengatasi masalah rambut rontok karena lidah buaya dipercaya dapat membuat akar rambut menjadi kuat.

Menanam lidah buaya tergolong mudah. Makanya lidah buaya ini banyak ditanam di dalam pot-pot oleh masyarakat Indonesia. Dengan demikian menandakan tanaman lidah buaya adalah tanaman urbanfarming, cocok untuk ditanam di daerah perkotaan.

Ambil anakan lidah buaya berikut akar-akarnya yang melekat pada tanaman induknya dari tanaman yang sudah ditanam. Siapakan pot yang memiliki diameter antara 20-30 cm. Masukan media tanam pasir, tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Tanam anakan lidah buaya tersebut. Jangan langsung disiram, melainkan diamkan dulu beberapa hari agar terhindar dari resiko pembusukan. Baru setelah itu, rutin menyiram dengan kapasitas air yang jangan terlalu berlimpah. Cukup membasahi media tanamnya saja.

Agar lidah buaya tumbuh baik, diberi pupuk 3-4 bulan dan setelah masa panen pertama. Sebaiknya gunakan pupuk organik karena sifatnya akan memperbaiki struktur media tanamnya.

Setelah berumur 5-6 bulan, tanaman anakan yang telah membesar tersebut (menjadi tanaman induk) menghasilkan anakan baru. Anakan baru tersebut dapat dipindahkan ke pot yang lain atau baru untuk menghasilkan tanaman yang baru.

Panen perdana dapat dilakukan setelah tanaman berumur 8-12 bulan. Lalu setelahnya dapat dipanen 1-2 bulan sekali. Pelepah yang dipanen sebaiknya yang sudah berukuran sedang dan besar kalau kecil, jangan dipanen dahulu agar anakannya semakin banyak. Untuk memetiknya, sebaiknya dipotong dipangkal pelepah dengan menggunakan pisau.  

Produk Olahan

Lidah buaya dapat dijadikan berbagai macam olahan. Salah satunya sebagai minuman serbuk. Menurut penjelasan dari salah satu anggota Aspartan Caturbuana, I Ketut Redim Suyasa, minuman lidah buaya bukan sebatas minuman segar, melainkan bermanfaat bagi kesehatan, terutama bagi penderita hipertensi, pencernaan terganggu, dan kejang. Dengan 1 sendok makan serbuk lidah buaya diseduh dengan 1 gelas air, minuman ini dapat membuat tubuh kembali segar.

Cara mengolahnya tidak membutuhkan bahan dan alat yang rumit, tetapi untuk menjadi kristalnya ini tergolong rumit. Dibutuhkan ketelitian dari sang pembuat. Bahan untuk pembuatan serbuk adalah lidah buaya, air garam dan gula pasir. Alat yang diperlukan adalah pisau, talenan, blender, dan panci.

Pertama kali yang dilakukan adalah pemilihan lidah buaya. Kriteria lidah buaya yang baik untuk bahan baku utama adalah jenis Aloevera Barbadensis, sudah berumur 8-12 bulan, panjang pelepahnya minimal 15 cm, warna pelepahnya hijau tua, dan tidak terdapat luka goresan pada permukaannya.

Lidah buaya tersebut dikupas. Kemudian direndam dengan air garam selama ½ jam untuk menghilangkan lendirnya serta baunya yang cukup menyengat. Setelah bersih, lidah buaya diblender hingga halus. Lidah buaya yang sudah halus, dimasukan ke dalam panci.

Lalu tambahkan gula pasir. Perbandingan antara lidah buaya dan gula pasirnya adalah 1:1. Gula pasir sangat menentukan proses kristalisasi lidah buaya. Karena itu gunakan gula pasir yang berkualitas dengan tekstur yang halus dan berwarna putih bersih.

Panaskan panci yang berisi lidah buaya dan gula di api yang kecil. Selama dipanaskan, aduk-aduk untuk menghindari penggumpalan. Setelah membentuk kristalisasi, segera matikan kompor. Hancurkan dan saring kristal lidah buaya tersebut, lalu diayak agar mendapatkan serbuk yang halus.

Proses kristalisasi inilah yang paling sulit. Pengolah harus mengerti kristalisasi lidah buaya yang sesuai. Tidak boleh terlalu matang karena akan mengeras, tetapi tidak boleh belum matang karena akan berbentuk seperti karamel/dodol.

Limbah kulitnya jangan dibuang begitu saja, melainkan dapat diseduh seperti teh. Cuci hingga bersih lalu rendam dengan air garam selama ¼ jam. Baru setelah itu dikeringkan. Cara pengeringannya pun dapat menggunakan sinar matahari langsung atau oven. Setelah kering, dapat diseduh dengan menggunakan air panas.

Reporter : Clara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018