Kamis, 12 Desember 2019


Sekuba, Ramuan Ibu Endang untuk Kesehatan Jantung

30 Apr 2019, 16:44 WIBEditor : Yulianto

Endang Kusrini, pemilik Rumah Jamu Delima | Sumber Foto:Julian

Sekuba merupakan ramuan bawang putih, lemon, jahe dan cuka apel. Ramuan ini bermanfaat mengencerkan kekentalan darah, sehingga membantu mencegah stroke dan serangan jantung

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Penyakit jantung dan diabetes kini menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Berbagai cara pun dilakukan masyarakat untuk menyembuhkan dua penyakit tersebut, termasuk pengobatan alternatif dengan mengonsumsi herbal (jamu).

Salah satu produsen obat herbal adalah Endang Kusrini. Pemilik Rumah Jamu Delima yang berlokasi di Kota Hujan Bogor ini mengaku, dirinya telah membuat ramuan herbal untuk menjaga kesehatan sejak tahun 1995. Namun saat itu produksinya masih terbatas, tergantung pesanan.

“Tapi sejak 4-5 tahun lalu, saya beranikan membuat lebih banyak, tidak lagi tergantung pesanan,” kata Endang saat berbincang dengan Tabloidsinartani.com di sela-sela Tarhib Ramadhan di Kompleks Balitbang Pertanian, Cimanggu, Bogor, Senin (29/4).

Salah satu produk yang menjadi andalan adalah Sekuba. Ramuan bawang putih, lemon, jahe dan cuka apel. Ramuan ini bermanfaat mengencerkan kekentalan darah, sehingga membantu mencegah stroke dan serangan jantung. “Ramuan Sekuba ini juga bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi, kolesterol, asam urat, diabetes dan asma,” kata Endang.

Endang bercerita, ada konsumen yang sebelumnya dideteksi terkena serangan jantung dan sudah memakai ring. Namun konsumen tersebut kemudian mengonsumi ramuan Sekuba secara rutin, dua kali sehari, satu sendok makan.

“Tapi saat orang itu memeriksakan kembali di salah satu Rumah Sakit di Singapura, ternyata dideteksi jantung sudah lebih sehat dan tidak perlu menambah pasang ring,” katanya.

Bukan hanya cerita mengenai konsumen yang batal memasang ring di jantungnya, Endang juga pernah mendapatkan konsumen dari Surabaya yang memborong hampir 100 botol Sekuba. Ternyata ungkap Endang, orang tersebut biasa mengonsumsi ramuan Sekuba yang didapat dari rekannya.

Endang berharap, ramuan Sekuba bisa membantu tiap orang untuk bisa lebih sehat. Apalagi bahan baku yang digunakan berasal dari produk pilihan. “Selama ini bahan baku saya dapatkan dari rekan UMKM yang memang memproduksi bahan baku tersebut,” ujarnya.

Namun ia mengingatkan, ramuan ini sebaiknya tidak diminum ibu hamil dan anak bayi. Untuk mengonsumsi ramuan Sekuba, Endang menyarankan, lebih berkhasiat jika diminum saat perut kosong seperti bangun tidur atau malam saat akan tidur. "Minumnya jangan banyak-banyak, cukup satu sendok makan saja tiap hari untuk pencegahan, tapi untuk pengobatan boleh dua kali, satu sendok makan tiap hari," katanya.

Selain produk Sekuba, Endang juga memproduksi minuman herbal lainnya dari rempah dan menggunakan gula aren. Misalnya, Jemi (Jahe Merah), Temulawak Pegagan, Temu putih, Kunyit Asem, Pace Lengkuas, Sambiloto Meniran. “Dalam pemasaran selama ini saya masih melalui toko atau kios herbal, dan kini mulai menjajaki cara online,” katanya.

Tabloidsinartani.com sempat bertanya apa makna Sekuba? “Artinya Sekuba itu, Sehat, Kuat dan Barakah,” ujar Endang.  Semoga dengan meminum Sekuba akan lebih sehat, kuat dan barakah.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018