Rabu, 28 September 2022


Riza Sulap Asamnya Belimbing Wuluh Jadi Minuman Berkhasiat

10 Mei 2022, 13:59 WIBEditor : Herman

Riza sulap belimbing wuluh jadi minuman herbal | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Bicara mengenai belimbing wuluh atau belimbing sayur, yang terbersit di pikiran kita adalah rasa masam/asam. Namun dibalik rasa masam tersebut ternyata belimbing wuluh memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.  

Adalah Riza Agung Pribadi yang sukses menyulap belimbing wuluh yang masam menjadi minuman nikmat penuh khasiat. Meneruskan usaha ibunda yang sudah dimulai sejak 7 tahun lalu, Riza sukses membawa minuman belimbing wuluh dengan merek Cangloh lebih dikenal luas di masyarakat. 

Mahasiswa jurusan kimia disalah satu Universitas di Kota malang ini menuturkan, pilihan membuat minuman belimbing wuluh karena resah melihat belimbing wuluh di kediamaanya jatuh dan busuk tidak termanfaatkan, padahal belimbing wuluh memiliki banyak khasiat.  

“Lalu berfikir untuk mengolahnya karena memang di keluarga kita sudah banyak olahan produk jamu, Kemudian belimbing wuluh tadi diformulasikan dengan olahan rempah-rempah terutama kayu secang,” tambahnya.  

Dengan adanya minuman belimbing wuluh ini, Riza berharap masyarakat bisa menikmati jamu yang berhasiat dengan rasa yang nikmat dan kemasan yang memikat.

 

“ Kita membuat minuman ini fungsional menjadi minuman ringan yang bisa dinikmati semua orang. Kita sendiri memakai rempah-rempah yang ada di kebun toga kita di Kota Bumiayu,” tuturnya.  

Riza menceritakan kesulitan di awal-awal membuat minuman belimbing wuluh ini. Rasa yang masam yang dipadukan dengan kayu secang menjadi satu tantangan tersendiri. Dibutuhkan waktu 4 tahun untuk menemukan formulasi yang tepat sehingga perpaduan asam pada belimbing wuluh bisa menyatu dengan kayu secang.  

“Sebelumnya kita memakai alat berupa dandang aluminium, sudah rusak semuanya bercampur dengan logamnya, jadi banyak membuang alat dan banyak ruginya di 3 tahun awal usaha. Untuk  tahun ke-4 nya sudah mulai menemukan standar pengolahannya, mulai tiga tahun kemarin mulai membranding ulang untuk kemasannya lalu kita mencoba riset ke pasar,” paparnya.  

Riza menambahkan untuk prosesnya ialah dengan merebus belimbing wuluh dan kayu secang hingga didapatkan sarinya, kemudian dikemas sewaktu masih hangat. Dengan pengolahan yang tepat, masa simpan bisa mencapai rata-rata 7 bulan.

Dengan rasa dan khasiat yang luar biasa, Riza menjual produknya dengan harga terjangkau yaitu  Rp 35 ribu/dus isi 24 botol ukuran 250 ml. 

“Diawal usaha kita menjual langsung kepada pasien-pasien di rumah, sekarang kita coba di toko oleh-oleh dan beberapa koperasi. Yang mengkonsumsi produk ini umumnya orang dewasa kalau anak kecil kurang cocok bisa berakibat diare kalau minum terlalu banyak,” pungkasnya.

Reporter : Soleman
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018