Rabu, 28 September 2022


Yarnik Manfaatkan Bunga Telang Untuk Bahan Baku Teh Herbal

11 Sep 2022, 16:44 WIBEditor : Herman

Alimudin dan Yarnik Petani Bunga Telang | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Manfaat bunga telang bagi kesehatan serta pertanian memikat Alimudin bersama istri tercinta Yarnik  untuk menanam sekaligus memanfaatkannya sebagai bahan baku produk teh bunga telang.   

Nama bunga telang beberapa tahun belakangan sedang naik daun. Banyak masyarakat yang memanfaatkan bunga telang sebagai bahan baku produk makanan maupun minuman. Salah satunya adalah petani asal Malang, Jawa Timur, Yarnik dan Alimudin.  

Bunga telang menjadi salah satu tanaman yang dapat beradaptasi dengan baik pada tanah berpasir maupun tanah liat, tahan terhadap kekeringan, dan mampu berkompetisi dengan baik terhadap gulma.

Selain dapat digunakan sebagai tanaman penyubur dan penutup tanah, bunga telang merupakan tanaman polong-polongan dimana cirinya adalah mempunyai akar yang dapat menyuburkan tanah, dimana akarnya mengandung bakteri yang dapat mengikat nitrogen bebas di udara, lalu melepaskan ke tanah, sehingga tanah tersebut dapat mengandung nitrogen dan menjadi subur.

Yarnik yang mulai menanam bunga telang sekitar tahun 2019 mengatakan pertumbuhan bunga telang terbaik di bawah sinar matahari penuh, bunga telang juga dapat ditanam di pot atau polibag, sehingga bisa dikembangkan baik yang mempunyai lahan luas maupun di perkotaan yang mempunyai lahan sempit.

Benih bunga telang berbentuk seperti kacang, dan untuk memperbanyaknya dengan cara penyemaian.

“Proses awalnya biji direndam 1 malam kemudian ditanam, apabila tempatnya baik dalam waktu 40 hari bisa tumbuh, sedangkan bibitnya sendiri diperoleh dari buah tanaman yang warnanya sudah coklat.” Jelasnya.

Yarnik mengaku pada awal penyemaian ia melakukanya di dalam polybag dan setelah itu dipindahkan ke lahan.

 

“Apabila pohonnya sudah berbunga banyak dan kelihatan sudah tidak subur lagi bisa dipotong dan nantinya akan tumbuh lagi,”paparnya.

Alimudin menambahkan, hama pada tanaman bunga telang berupa kutu yang warna putih, dan cara menanganinya disemprot dengan air rendaman daun tembakau, jus daun sirih atau jus daun paitan, sedangkan untuk pemupukan memakai kotoran kambing.

Dalam membuat teh bunga telang, proses yang dilakukan adalah mengeringkan bunga telang segar dengan cara dijemur selama 2-3 hari atau dengan menggunakan oven pada suhu 20 derajat celcius apabila cuaca hujan.

”Satu kali panen saya bisa mendapatkan sebanyak 1 kg dalam kondisi segar, setelah di jemur tinggal 1 ons,” tambahnya.

Teh bunga telang dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan, mulai dari menurunkan kolesterol hinggs tekanan darah tinggi. Cara mengkonsumsi teh bunga telang ialah dengan merebus 7-8 helai bunga telang dalam 200 ml air. diamkan dan setelah dingin bisa diminum.

“Bila meminum air bunga telang ini akan berdampak sering buang air kecil, maka dianjurkan mengkonsumsi pada pagi hari,”tambahnya.

Teh bunga telang yang diproduksi Yarnik dijual dengan harga Rp 8 ribu per bungkus (10 gram).

Reporter : Soleman
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018