Thursday, 17 June 2021


Kementan Tetapkan Tiga Serangkai untuk Menjamin Benih Hortikulutura Bermutu

09 Jun 2021, 18:37 WIBEditor : Ahmad Soim

Benih bawang putih yang siap ditanam di Lereng Utara Gunung Slamet | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menetapkan tiga serangkai dalam sertifikasi benih hortikultura untuk menjamin benih horti yang beredar di pasar benar benar bermutu.

 Melalui sertifikasi benih yang ditetapkan dalam PP26/2021 ini juga akan membuat produsen benih Indonesia setara dengan pemain global.

Tiga serangkai dalam sertifikasi benih itu, menurut Prof Sobir Ridwani Guru Besar Universitas IPB, pertama  sertifikasi benih oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). “Pelibatan BPSP yang merupakan UPTD yang ada di setiap provinsi adalah upaya perlindungan, pembinaan dan pelayanan pemerintah dalam peningkatan mutu benih.

“BPSB ini untuk mendukung produsen benih dengan keterbatasan fasilitas dan SDM Produsen Kecil, Penangkar Benih dan Kelompok Tani dengan basis pengawasan di pertanaman dan pasca panen (Gudang dan laboratorium),” tambahnya.

Produsen benih diwajibkan meminta BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih) untuk melakukan sertifikasi mutu benih yang diedarkan di wilayah provinsi tertentu.

 

BACA JUGA:

 

Kedua, sertifikasi oleh Lembaga Sistem Sertifikasi Mandiri (LSSM). Sertifikasi benih oleh LSSM lanjutnya adalah pendelegasian proses sertifikasi benih kepada pelaku yang memiliki kompetensi karena telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sesuai ruang lingkup di bidang perbenihan.

 

“Keberadaan LSSM juga mengurangi beban pemeritah dalam proses pembinaan benih bermutu. Dengan demikian, untuk menjadi LSSM, produsen benih  menuntut kapasitas dan SDM yang mumpuni sehingga butuh investasi yang relative besar.”

Dengan adanya LSSM ini produsen benih akan bisa meningkatan daya saing produsen benih nasional. Dengan kata lain, upaya meningkatkan jumlah produsen benih yang memiliki LSSM akan meningkatkan daya saing industri benih Indonesia.

Ketiga, sertifikasi benin oleh LSPro adalah sertifikasi berdasarkan mutu akhir produk benih berdasarkan standar nasional Indonesia (SNI). Ini diselenggarakan Lembaga Settifikasi Produk (LSPro) perseorangan, badan usaha, badan hukum, atau instansi pemerintah yang terakreditasi oleh KAN di bidang perbenihan.

Hanya saja menurut Prof Sobir SNI yang ditetapkan masih terbatas beberapa komoditas dan jumlah .LSPro pun masih terbatas.

____

 

 Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018