
KKP pamerkan 3 terobosan mutakhir di KIPP 2025! Semua hasil riset BPPSDM KP, dari teknologi kelautan hingga smart fisheries.
2. BINA BOS PANEN – BRPBATPP Bogor
Dikembangkan oleh Balai Riset Pemuliaan dan Budidaya Ikan Air Tawar dan Payau (BRPBATPP) Bogor,
inovasi ini menyasar problem klasik pembudidaya nila bioflok yang sering menemui kegagalan karena metode konvensional yang tak optimal.
Solusinya adalah pendekatan “Sipanen” yang menggabungkan teknologi prebiomix dan pelatihan intensif.
Hasilnya luar biasa, produktivitas naik 4 kali lipat, omzet petani melonjak dari Rp6 juta jadi Rp25 juta per siklus!.
Inovasi ini kini direplikasi di berbagai daerah sebagai cara jitu meningkatkan ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi hijau.
Tonton videonya: Bina BOS PANEN
3. Aquaculture Terracing System (AQTES) – BPPP Ambon
Yang satu ini datang dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon.
AQTES adalah inovasi yang menciptakan sistem terasering untuk pendederan benih lobster laut.
Sebelumnya, di alam liar, tingkat kelangsungan hidup lobster hanya sekitar 2 persen.
Tapi berkat AQTES, angka itu melonjak drastis hingga 60–70 persen!
Lebih dari itu, AQTES kini masuk dalam pelatihan berbasis SKKNI serta menjadi bagian dari program unggulan Smart Fisheries Village (SFV).
Para petani lobster bisa meraup tambahan pendapatan hingga Rp4,9 juta per tahun dari penjualan benih.
Tonton videonya: AQTES
Dukung dan Sebarkan
BPPSDM KP juga mengajak publik untuk ikut serta menyebarluaskan semangat inovasi ini. Nggak harus muluk-muluk, cukup nonton video, share ke teman, atau jadikan inspirasi untuk komunitas di tempatmu.
Punya usaha kecil? Tertarik olah limbah makanan? Atau petani ikan yang sedang cari pakan murah dan berkualitas? Nah, mungkin inilah momen yang pas untuk mulai replikasi.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya juga pernah menekankan bahwa inovasi adalah kunci.
Bukan hanya untuk memperbaiki layanan, tapi juga mengangkat produktivitas masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku usaha perikanan.