Monday, 16 March 2026


Detik-Detik MenKP Trenggono Pingsan Saat Upacara Korban ATR 42-500, Kepala Sempat Terbentur

26 Jan 2026, 09:46 WIBEditor : Gesha

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tiba-tiba pingsan saat memimpin upacara pelepasan jenazah korban

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tiba-tiba pingsan saat memimpin upacara pelepasan jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500. Kepala menteri sempat terbentur lantai, memicu kepanikan peserta upacara.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tiba-tiba pingsan saat memimpin upacara persemayaman jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, Minggu (25/1/2026).

Peristiwa itu terjadi di Auditorium Madidihang, AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Trenggono yang bertindak sebagai inspektur upacara ambruk sesaat setelah prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada negara.

Tubuhnya jatuh ke lantai, kepala sempat terbentur, dan bunyi “bruk” yang menggema di ruangan membuat peserta upacara terhenyak.

Upacara tersebut digelar untuk melepas tiga korban kecelakaan udara ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yakni pilot Capt. Andy Dahananto serta dua pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ferry Irawan dan Yoga Naufal.

Tangis tertahan, wajah-wajah muram, dan bendera setengah tiang menjadi saksi bisu momen itu.

Sejumlah pegawai dan petugas medis langsung memberi pertolongan.

Trenggono digotong keluar ruangan, ditangani dengan tandu dan tabung oksigen, lalu dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Jalannya upacara tetap dilanjutkan dan Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan segera mengambil alih peran sebagai inspektur upacara.

Didit memastikan kondisi Trenggono tak mengkhawatirkan. “Kecapekan Pak Menteri, tadi sudah siuman,” ujarnya kepada wartawan.

Penjelasan senada datang dari jajaran internal KKP. Staf Khusus Menteri KKP Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Media, Dodi Ismanto, menyebut kondisi Trenggono sadar, stabil, dan membaik.

Menurut Dodi, kelelahan menjadi faktor utama. Trenggono baru kembali dari perjalanan dinas mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke London dan Davos.

Di tengah padatnya agenda luar negeri, ia juga terus memantau perkembangan musibah ATR 42-500 di Tanah Air.

“Begitu korban diumumkan, beliau ingin mendampingi keluarga dan hadir langsung dalam upacara,” kata Dodi.

Trenggono kemudian menjalani pemeriksaan medis di RSCM. Hasilnya, kelelahan yang dialami bersifat sementara dan telah ditangani dengan baik.

Bahkan, KKP memastikan Trenggono direncanakan kembali masuk kerja pada Senin, 26 Januari 2026.

Perhatian juga datang dari Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara disebut menelpon langsung Trenggono untuk menanyakan kondisi kesehatannya.

Dalam unggahan di akun Instagram resminya, @swtrenggono, Trenggono mengucapkan terima kasih atas doa dan perhatian masyarakat, khususnya dari Presiden.

“Terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat semuanya terhadap saya. Wabilkhusus pak @presidenrepublikindonesia @prabowo yang menelpon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini,” tulis Trenggono, dikutip dari Jakarta, Minggu.

Ia memastikan kondisinya dalam keadaan baik dan hanya mengalami kelelahan, sebagaimana hasil pemeriksaan tim medis.

Trenggono mengakui kelelahan tersebut bersifat fisik dan mental, menyusul musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang menimpa keluarga besar KKP.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018