Jumat, 23 Februari 2024


Hadiri FGD Ranwal RPJPD Banjarbaru, BSIP Dorong Standarisasi Hasil Pertanian

19 Okt 2023, 14:21 WIBEditor : Herman

FGD Ranwal RPJPD Banjarbaru | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarbaru --- Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar FGD dengan topik  perumusan permasalahan dan isu strategis pembangunan daerah dalam dokumen Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). FGD Ranwal RPJPD Kota Banjarbaru untuk dua puluh tahun ke depan (tahun 2025-2045) dilaksanakan di Ballroom Novotel Banjarmasin Airport Kota Banjarbaru - Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebanyak 87 peserta, terdiri  dari berbagai bidang keilmuan dan instansi terkait baik dari Pemda Kota Banjarbaru, Pemda Provinsi, Instansi  Pusat (BSIP Kementan, dll), akademisi/ULM Banjarmasin dan beberapa organisasi yang terkait hadir dalam FGD  tersebut.

Dengan banyak dan beragamnya peserta diharapkan kegiatan FGD dapat menghasilkan suatu rumusan bersama untuk strategi dan langkah yang akan dilakukan pada dua puluh tahun ke depan dengan memperhitungkan kebijakan yang ditetapkan telah menggunakan manajemen resiko yang harus sudah diantisipasi dengan menentukan strateginya.

Focus Group Discussion (FGD) yang digelar (16/10) ini merupakan kelanjutan dari FGD tanggal 25 September 2023 tentang rumusan isu strategis aspek pengembangan ekonomi wilayah yang telah diikuti Laisson Officer Kota Banjarbaru, BSIP Kalimantan Selatan, Ir. Sri Hartati, M.P. di Aula kantor Bappeda Kota Banjarbaru,

Ada beberapa saran dan masukan yang telah disampaikan pada saat itu, antara lain bahwa Kota Banjarbaru pada 20 tahun mendatang menjadi Show Window Provinsi Kalimantan Selatan di bidang pertanian, mengoptimalkan potensi Sumber Daya Manusia kota banjarbaru terutama semua mileneal yang kreatif dan penuh semangat, yang didukung dengan peningkatan kapasitasnya sesuai bidang keahlian.

Selain itu menumbuh-kembangkan UMKM industri kreatif mileneal start up di bidang pemasaran pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi (perkebunan, hortikultura, dll) simultan dengan penerapan instrumen pertanian yang berstandar dengan dukungan pemda kota Banjarbaru dan dilakukan secara terukur,

Juga kegiatan-kegiatan produktif juga dilakukan secara masif diikuti investasi ekonomi kreatif terhadap penduduk lokal dan produk lokal pertanian kota banjarbaru dengan diversifikasi horisontal maupun  vertikal menggunakan inovasi teknologi yang berstandar baik nasional maupun internasional dengan memanfaatkan lahan pertanian pangan berkelanjutan seluas ± 1000 hektar (Perda Wali Kota Banjarbaru No. 3 Tahun 2023 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).

Dalam arahannya, Wali Kota Banjarbaru, H. M. Aditya Mufti Arifin mengatakan bahwa Kota Banjarbaru terus meningkatkan kapasitas SDM, salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan Camrige University Inggris dan mengirim SDM Kota Banjarbaru ke negara Jepang dalam rangka memperkaya ilmu pengetahuan, yang nantinya akan diterapkan di Kota Banjarbaru.

”Selain itu, terjadinya peningkatan yang sangat signifikan terhadap keberadaan UMKM yang saat ini sudah mencapai ± 6.400 UMKM (2023) yang sebelumnya berjumlah ± 1200 UMKM (2018).” ungkapnya.

Berdasarkan UU No. 8/2022 pasal 4, Kota Banjarbaru telah menjadi ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, maka kegiatan FGD Ranwal RPJPD yang akan dilaksanakan ini menjadi sesuatu yang penting.

”Semoga rumusan yang akan dihasilkan nanti merupakan rumusan yang mampu menjadikan Kota Banjarbaru In-Shaa Allah layak sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Walikota Banjarbaru.

Setelah sambutan/arahan bapak walikota Banjarbaru mengucapkan ”Basmallah” sebagai tanda bahwa kegiatan Focus Group Discussion dibuka secara resmi.

FGD diisi tiga pembicara antara lain Kabid P2E Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua Bappeda Kota Banjarbaru dan Tenaga Ahli Bidang Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Ir. H. Gt. Muhammad Hatta, M.S..

Penyampaian materi dari tiga nara sumber disampaikan secara panel, dilanjutkan dengan penjaringan masukan dan saran dari semua peserta yang hadir. Berbagai masukan dan saran muncul selama proses FGD berlangsung  dan tentu sesuai dengan bidang keahlian dan tusi dari instansi tersebut.

Kehadiran BSIP Kementan dalam memberikan masukan dan saran mendapat apresiasi dari tim penyusun RPJPD Kota Banjarbaru tahun 2025-2045, begitu juga peserta FGD yang lain terkait dengan pertanian yang menerapkan instrumen pertanian yang berstandar atau memiliki SNI.

Diungkapkan Kepala BSIP Kementan Lahan Rawa, Agus Hasbianto, M.Si., P.hD., bahwa pertanian yang dihasilkan Kota Banjarbaru sudah harus memenuhi standar, baik Standar nasional maupun internasional agar mampu bersaing secara kompeitif dan komparatif.

”Ditentukan juga pertanian yang ada mau diarahkan ke hulu atau hilirnya saja atau dari hulu hingga hilir, sehingga dapat dipertimbangkan ke depan menjadi kota etalase pertanian yang maju (penyedia teknologi modern dan produk olahan) karena mengingat Kota Banjarbaru sudah menjadi ibukota Provinsi Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Peserta FGD berharap  pada tahun 2045 Kota Banjarbaru merupakan kota ramah lingkungan dengan memiliki lingkungan hijau, kualitas udara baik  begitu juga dengan kualitas air, dengan tetap terus memperhatikan isu-isu terbaru saat ini seperti;  pendapatan dasar dan pendapatan masyarakat, masalah stunting, krisis pangan dan energi, pemenuhan infrastruktur dasar, krisis energi pangan dan lingkungan serta pembangunan yang berkelanjutan.

Kesimpulannya kesiapan SDM Kota Banjarbaru merupakan impact point atau faktor penentu diikuti faktor-faktor yang lain termasuk penerapan manajemen resiko yang merupakan kendali untuk implementasi dari strategi dan langkah-langkah yang  sudah dirumuskan dari hasil FGD dan akan dicantumkan dalam dokumen Ranwal RPJPD dua puluh tahun ke depan.

Pembuatan Ranwal RPJPD Kota Banjarbaru untuk 20 tahun ke depan ini di lakukan melalui pendekatan teknokratik, partisipatif, politis dan top-down serta bottom up.

FGD ditutup dengan  himbauan bahwa saran masukan terus diharapkan dari semua peserta FGD yang hadir serta masyarakat/warga besar kota Banjarbaru. Saran dapat dikirim melalui link   https://bit.ly/masukanRPJPDBanjarbaru agar dokumen ranwal RPJPD mengetahui lebih banyak keinginan dari warga besar kota Banjarbaru.

 

 

Reporter : Ir. Sri Hartati, M.P. /PP. Madya (BSIP Kementerian Pertanian)

 

 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018