Friday, 07 May 2021


Pasokan Daging Aman, Pengawasan Distribusi Diperketat

28 Apr 2021, 20:25 WIBEditor : Gesha

Pasokan sudah tersedia, pengawasan pendistribusian perlu diperketat | Sumber Foto:Sinar Tani

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pemerintah memastikan stok daging sapi menjelang lebaran aman dengan memperhatikan neraca antara pasokan dan demand yang  dalam kondisi surplus. Untuk dapat meredam kenaikan harga di tingkat eceran akibat lonjakan permintaan, yang diperlukan adalah pengawasan intensif dalam proses pendistribusiannya.

Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) virtual yang dilaksanakan Tabloid Sinar Tani Rabu (28/04) Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPH Nak) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Fini Murfiani, mengemukakan seperti tahun-tahun sebelumnya menjelang tibanya hari  Idul Fitri 2021, Tim Ditjen PKH sejak jauh-jauh hari telah melakukan langkah antisipatif diantaranya melakukan update data mingguan berkoordinasi dengan banyak stakeholder, seperti Satgas Pangan hingga Kemenko Perekonomian. 

Tercatat, hingga 22 April 2021, total pasokan daging di dalam negeri sekitar 70,8 ribu ton, sedangkan stok di cold storage sebesar 21,5 ribu ton dan stok sapi bakalan (setara daging) mencapai 26,2 ribu ton. 

Adapun stok daging dan jeroan impor, hingga 22 April 2021 sudah mencapai 15,4 ribu ton, daging tersebut  berasal dari India maupun dari Brasilia. Dengan lokasi penyimpanan dagingdan jeroan impor tersebar di Bali, Bekasi, Bogor, Depok, Jakarta,Kepri, Serang dan Tangerang. 

Untuk stok sapi lokal, Ditjen PKH memantau di 18 Provinsi sentra dan diperbaharui setiap minggunya. "Datanya diambil dari angka pemotongan sapi per provinsi,” jelas Fini.   

Disamping memantau kondisi stok , pihaknya juga melakukan update harga per hari di tingkat produsen. Sebanyak 200 petugas melakukan pendataan harian di tingkat peternak produsen. Sementara mengenai harga di tingkat konsumen berkoordinasi dengan Bank Indonesia di masing-masing provinsi. 

Diakuinya, secara nasional harga daging di tingkat eceran mulai naik dengan kenaikan bervariasi tergantung daerahnya. Terpantau harga eceran berkisar Rp 98 ribu per kg hingga Rp 135 ribu per kg tergantung wilayahnya. Harga daging terendah ada di Kediri Rp 98 ribu per kg , sementara di DKI Jakarta sebagai sentra konsumen harga eceran di kisaran Rp 130 ribu per kg.

Fini menegaskan bahwa kondisi memang aman dari segi stok, namun yang masih harus menjadi perhatian adalah bagaimana dalam pendistribusiannya bisa dilakukan pengawasan sehingga tidak terjadi hambatan sehingga menyebabkan harga melonjak. “Tugas pengawasan ini bagian dari tugas Satgas Pangan kami mengawal dari aspek produksi dan stok ,” jelasnya.

Lantas Bagaimana stok sapi bakalan daging di pengusaha feedloater?Silahkan klik selanjutnya 

 

====

Ketinggalan FGD ini? Silahkan diakses pada klik berikut : FGD Mengawal Pasokan Daging Jelang Lebaran

Materi FGD bisa diakses pada link berikut :  Materi FGD

E-Sertifikat bisa diunduh pada link berikut ; E-sertifikat

Reporter : Tim SINAR TANI/Ika
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018