Sunday, 09 May 2021


Pasokan Daging Aman, Pengawasan Distribusi Diperketat

28 Apr 2021, 20:25 WIBEditor : Gesha

Pasokan sudah tersedia, pengawasan pendistribusian perlu diperketat | Sumber Foto:Sinar Tani

Kondisi Feedloater

Sementara itu, Ketua Dewan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong dan Feedlot Indonesian (Gapuspindo) , Didiek Purwanto mengapresiasi langkah-langkah antisipasi yang dilakukan aparat Ditjen PKH.

Upaya antisipasi tahun ini memang perlu dilakukan terutama pada kondisi di wilayah Jabodetabek pada bulan Maret, April dan Mei 2021. Hal tersebut mengingat Jabodetabek adalah sentra konsumsi daging sapi secara nasional dengan kebutuhan daging Jabodetabek dari April hingga Mei mencapai 12.258 ton, terbesar pada bulan Mei. 

Mengenai pasokan daging, sejauh ini 68 persen masih mengandalkan pasokan dari peternak di dalam negeri, sisanya dari sapi impor dan daging impor. “Dari impor sapi bakalan kontribusinya sekitar 14 persen,” jelas Didik.

Adapun stok sapi di kandang-kandang anggota Gapuspindo sendiri pada bulan April 2021 terdata sebanyak 25 ribu ekor. Menurut Didiek, pemasukan sapi bakalan dari tahun ke tahun terus menurun . Di tahun 2021 realisasi pemasukan baru sebanyak 109.124 ekor.

Diperkirakan hingga akhir tahun jumlah pemasukan kurang dari tahun 2020 yang mencapai 430.667 ekor. Penyebab penurunan pemasukan antara lain krn di masa pandemi Covid-19 beberapa feedloter sudah tidak beroperasi.

Solusi Permanen

Gapuspindo sendiri merasa prihatin dengan kondisi harga eceran daging yang cenderung meninggi. Di tahun 2016 harga masih sekitar Rp 106 ribu tetapi di tahun 2020 rata-rata sudah di angka Rp 110 ribu per kg. “Kami khawatir dampak pandemi bisa berpengaruh terhadap pemasukan daging (kerbau) dari India , harus jadi pemikiran stakeholder untuk menjaga agar pasokan daging sapi tetap terjaga,” ujarnya. 

Dirinya melihat salah satu solusi untuk bisa menekan harga kian melambung adalah dengan memotong rantai tataniaga daging yang panjang. Jika perlu libatkan lebih besar peran BUMN dan BUMD dalam pendistribusian daging di Jabodetabek.   

Harus pula dicari sumber alternatif pemasok sapi bakalan jangan hanya mengandalkan dari negara Australia seperti yang terjadi saat ini. Negara Meksiko dan Brazilia sesungguhnya berpotensi sebagai negara eksportir sapi tetapi perlu dikaji lebih jauh menyangkut biaya transportasi dan perkembangan penyakit hewan di dua negara tersebut. 

Sementara itu,  Direktur Utama PD Dharma Jaya , Raditya Endra Budiman, menilai pentingnya pemda turun tangan ikut memperlancar pasokan daging untuk menekan lonjakan harga. Institusinya setiap menjelang lebaran melaksanakan kegiatan pasar murah yang terjadwal di setiap wilayah DKI Jakarta.

Lebih dari 95 persen sapi yang dipotong di RPH Dharma Jaya adalah sapi impor dari Australia, sapi lokal hanya sekitar 4 persen. Di saat menjelang lebaran RPH nya beroperasi 24 jam , 7 hari dalam seminggu . “Ini merupakan langkah antisipasi kami agar pasokan daging bagi masyarakat Jabodetabek tercukupi jelang lebaran dan harganya terjangkau,” tutur Raditya. 

Sedangkan Pengamat Peternakan , Rochadi Tawaf, memaparkan pentingnya dipikirkan solusi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar pasokan daging terjaga baik saat menjelang lebaran maupun di masa-masa selanjutnya. 

Dalam jangka pendek,menurut Rochadi, impor daging perlu dengan pendekatan konsep “satu harga komoditi” dan pembelian by produk ( Kaki, kuit, kepala,jeroan).

Untuk jangka menengah penting dilakukan harmonisasi kebijakan di dalam negeri . Kebijakan harga daging yang murah dinilainya kontra produktif dengan upaya pemerintah mendorong peternak tetap bersemangat melaksanakan usaha budidaya sapi potong.

Solusi jangka panjang yang menurut Rochadi Tawaf, perlu diupayakan direalisasikan adalah pengembangan program peternakan sapi potong yang diintegrasikan dengan perkebunan kelapa sawit, pemanfaatan lahan pasca tambang serta pemanfaatan lahan di pulau terluar untuk pengembangan usaha budidaya sapi potong. 

Reporter : Tim SINAR TANI/Ika
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018