Thursday, 17 June 2021


Pengalaman Dr. Allaily Mengolah dan Berbisnis Susu Kefir dan Yogurt

04 Jun 2021, 20:12 WIBEditor : Ahmad Soim

Dr Allaily | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh -- Dari keinginannya untuk sehat dengan meminum kefir secara rutin, Dr Allaily akhirnya bisa berbisnis kefir, memproduksi dan memasarkannya.

Dr Allaily dosen pada Fakultas Pertanian Jurusan Peternakan Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, kini terjun untuk memproduksi Mutiara Cinta Kefir, untuk minuman dan kosmetik. Pengalamannya ini dibagi kepada para peneliti/penyuluh BPTP Aceh.

Merek dagang kefirnya Mutiara Cinta adalah nama gabungan dari kedua putri cantiknya. Usaha ini dijalankan di rumahnya di Gampong Lambhuk Ulee Kareng, Banda Aceh.

Ide untuk membuat susu tersebut katanya, berawal dari dirinya mengalami sakit penyempitan tulang belakang akibat kelebihan berat badan. Sejak saat itu dirinya berusaha mengkonsumsi minuman kefir secara teratur pagi dan sore, ditambah sedikit olahraga ringan berupa senam dan renang. Pola positif tersebut berhasil menurunkankan berat badan dan menambah vitalitasnya. Perubahan pun terlihat oleh teman-temannya, sejak saat itu mulailah ada pemesanan untuk membuat minuman kefir.

Dirinya sangat bersyukur dengan apa yang diketahuinya bisa menjadi "Kefir sebuah produk yang tidak hanya bermanfaat bagi saya dan keluarga saja, tapi juga berguna untuk masyarakat luas," ujarnya.

Menurutnya, produk kefir ini adalah salah satu minuman warisan Rasulullah Muhammad SAW. Kefir dikenal dengan istilah “Grains of The Prophet” yang artinya biji yang dibawa oleh Nabi. Ada cerita yang menyatakan bahwa biji ini merupakan salah satu oleh oleh ketika Rasulullah Isra’ Mi’raj, dan minuman ini dikonsumsi oleh masyarakat Kaukasia sehingga dikabarkan sehat sehat dan berumur panjang. Di dalam Al Quran kefir disinggung di Surat Al Insaan ayat 5 (lima) “Sesungguhnya orang orang yang berbuat kebaikan minum dari gelas (yang berisi minuman) yang campurannya air kafur”. 

Manfaat mengkonsumsi  kefir lanjutnya, selain lebih sehat, awet muda dan memperlancar peredaran darah, juga bermanfaat khusus untuk pria dalam keharmonisan keluarga.

BACA JUGA:

Dirinya mengakui saat ini produk yang dihasilkannya belum sempurna, masih dalam proses untuk menuju agar lebih berkualitas lagi. Serta berproses dalam pengurusan izin produk dan izin usaha.

Namun, karena ini sangat bermanfaat, maka sambil memasarkan baik online dan offline juga terus meningkatkan kualitasnya.

Hal ini sangat penting untuk diimplementasikan ditengah masyarakat. “Untuk itu saya berharap agar manajemen hulunya dapat mendukung sehingga  dapat mengatasi ketergantungan impor," cetusnya.

Bahan baku susu dapat diperoleh dari susu kambing ataupun sapi. Namun dalam waktu tiga bulan terakhir, harga bahan pakan untuk sapi berupa kedelai di pasaran, menjadi permasalahan karena terlalu mahal mencapai Rp 12.000 per kilogramnya. Sebelumnya harga perkilo sekitar Rp 8.000.

Dengan produknya dia berharap agar beberapa elemen masyarakat termasuk mahasiswa juga dapat mengambil peran untuk berdikari berkontribusi dalam budidaya ternak ternaki perah berupa kambing dan sapi.

Produk yang dihasilkan katanya memiliki rasa sepuluh kali lipat dari asamnya Yogurt. Masalah yang dihadapi pihaknya, karena hingga kini bahan kefir berupa biji Kefir belum dapat diproduksi sendiri. Ke depan, jika hulunya sudah bagus dirinya optimis dapat memproduksi bibit kefir sendiri.

Adapun bahan yang digunakan yaitu, Susu 1 liter, Grain/starter kefir 50 gram (Bibit sekitar 3-5 persen dari total susu). Untuk alat diperlukan seperti Toples bertutup bahan plastik atau kaca, pengaduk kaca atau plastik, sarung tangan, dan tisu.

Sementara untuk membuatnya sangat mudah. Campurkan susu dan grain/starter kefir ke dalam wadah, wadah digoyang atau diaduk menggunakan pengaduk, tutup wadah, lalu diinkubasi di suhu kamar hingga 48 jam. Kemudian saring campuran kefir yang sudah jadi, pisahkan grain atau starter yang tersaring, saring sekali lagi dengan saringan yg lebih halus untuk mendapatkan larutan (whey) dan padatan (krem)," jelasnya.

Ditambahkannya bahwa dalam Al Quran surat Al Insan ayat (5), kefir merupakan minuman yang baik untuk orang orang yang baik-baik pula.

Minuman kefir susu sapi dijual Rp 25.000 per 330 ml, kefir susu kambing Rp 45.000 per 330 ml, kream kefir Rp 1.000 per gram tersedia juga kemasan 10 gram, 20, 30 dan 100 gram serta lulur Rp 5.000 per 30 gram," sebutnya promosi.

Sebelumnya Kepala Balai Pengkajian Teknologi Perranian (BPTP), Ir M. Ferizal MSc, dalam sambutannya mengatakan pihaknya memberikan apresiasi dan respon positif atas pelaksanaan kegiatan Bimtek tersebut.

Dalam melaksanakan tupoksi sambungnya, BPTP sebagai perpanjangan tangan Badan Litbang Pertanian di daerah melakukan pengkajian teknologi spesifik lokasi. Selain itu juga melaksanakan kegiatan pendampingan dan diseminasi hasil baik pertanian, perkebunan dan juga peternakan.

Dijelaskan pula bahwa kegiatan pengkajian dan diseminasi itu tidak saja dilaksanakan di hulu (On-farm) tapi juga di hilirnya (Off-farm).

Untuk kegiatan On-farm berupa teknologi budidaya hingga peningkatan produksi. Sementara untuk Off-farm dilaksanakan melalui peningkatan nilai tambah dan daya saing produk. Sehingga dari kegiatan tersebut diharapkan pendapatan petani bertambah karena nilai jualnya lebih tinggi.

Sebenarnya Badan Litbang Pertanian telah banyak memiliki sumber teknologi. Namun pihaknya juga membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan perguruan tinggi. Begitu juga sebaliknya dirinya terbuka dan siap bersinergi jika dibutuhkan baik oleh akademisi maupun pendampingan mahasiswa di lapangan.

Terkait produk yang belum memiliki izin edar, kalau memang pemasarannya sudah berjalan baik dan permintaan pasarpun meningkat, pihaknya akan selalu mendukung. "Apalagi jika suatu produk itu dapat diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, kita siap mendukung," pungkasnya.

-----

 Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Abda
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018