Monday, 23 May 2022


Berburu Oleh oleh dari Kampung saat Mudik

28 Apr 2022, 09:52 WIBEditor : Yulianto

Mudik jangan lupa oleh oleh dari Kampung | Sumber Foto:Dok. Java Travel

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Setelah menjalani ibadah Puasa, umat Muslim akan merayakan hari kemenangan, Lebaran. Banyak yang masyarakat persiapkan untuk menyambut Idul Fitri. Dari mulai masakan khas hingga baju baru.

Bagi yang mudik Lebaran, pastinya oleh-oleh yang akan dibawa ke kampung halaman. Begitu juga sebaliknya saat kembali dari kampung halaman, pastinya pemudik akan membawa buah tangan.

Dengan beragam suku, adat dan budaya mendorong tumbuhnya berbagai makanan khas dari daerah di Tanah Air. Rugi rasanya jika kita tidak menyempatkan menikmati makanan khas kampung dan membawa oleh-olehnya.

Nah, dalam terbitan menyambut Lebaran 1443 H, Tabloid Sinar Tani menyajikan aneka makanan ringan atau sering disebut camilan khas daerah. Hanya sebagian kecil dari berjuta ragam camilan yang bisa kami sajikan untuk sahabat Sinar Tani di seluruh Indonesia.

Brownies Thiiwool dari Kota Gaplek

BACA JUGA:

Pisang-Goreng-Shamiya-Buah-Tangan-dari-Lampung

Wonogiri menjadi salah satu daerah yang banyak menyumbang perantau ke berbagai daerah di Indonesia. Kabupaten tersebut terkenal sebagai penghasil gaplek. Masyarakat kerap mengolah tepung gaplek dari singkong menjadi tiwul. Namun ternyata, tepung gaplek juga bisa menjadi bahan baku kue yang tak kalah dengan tepung terigu.

Adalah Arin Herlawati Wijaya wanita berusia 45 tahun yang tinggal di daerah Dusun Brubuh, RT 04 RW 01, Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri yang menyulap tepung gaplek menjadi aneka makanan.

Karena bahannya tepung gaplek, akhirnya Arin membuat brand produknya Brownies Thiiwool. Saat dilempar ke pasar, ternyata banyak yang menyukai. “Awalnya banyak orang yang tak percaya bahwa brownies yang saya buat ini dari tepung gaplek. Mereka mengira dibuat dari tepung terigu,” katanya.

Saat ini produk Brownies Thiwool sudah masuk ke beberapa toko oleh-oleh dan beberapa supermarket di Wonogiri. “Saya juga membuka outlet, apalagi rumah saya kan dekat jalan besar jadi banyak yang mampir untuk membeli, biasanya orang Jakarta yang mudik ke Wonogiri mampir ke toko saya,” tuturnya.

Selain diolah menjadi brownies kukus, Arin berusaha mengembangkan produk makanan lainnya berbahan baku tepung gaplek. Diantaranya brownies kering, brownies oven hingga kue sus. Bahkan, topping brownies pun kini bermacam-macam, mulai dari meses, keju hingga chocochips. Harga produk tersebut mulai dari Rp 25.000-35.000/boks.

Dengan inovasi yang dilakukan Arin, tepung gaplek yang notabene dikenal bahan baku nasi tiwul pun kini naik kelas. Generasi muda pun tak lagi malu melirik produk tersebut sebagai camilan.

Kota Kretek tawarkan camilan labu kuning, baca halaman selanjutnya.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018