Saturday, 19 September 2020


Komisi IV DPR-RI dan Kementan Pantau Harga Pangan Pokok di Palembang

16 Dec 2018, 05:31 WIBEditor : Ahmad Soim

Daniel Johan pimpinan Komisi IV DPRRI yg memimpin kunjungan Kerja KOMISI IV DPRRI Pada masa reses masa sidang ke II tahun 2018-2019 ke lokasi Pasar Palima Palembang | Sumber Foto:Dok tabloidsinartani.com

Harga telur ayam di Palembang rata-rata dijual Rp 22.000 - 23.000/Kg, lebih rendah dari Harga telur di DKI Jakarta.



TABLOIDSINARTANI.COM  Komisi IV DPR RI mengadakan kunjungan kerja ke Sumatera Selatan, Jum'at (14-12) untuk memantau perkembangan pasokan dan harga pangan pokok dan strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),

Kunjungan ini didampingi beberapa pejabat Kementerian Pertanian diantaranya Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Momon Rusmono, Kepala Pusat Distribusi dam Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan  Risfaheri, Direktur Operasional Perum Bulog Bakhtiar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan Taufik Gunawan.

Lokasi yang dipantau adalah Pasar Palima, sebagai salah satu pasar besar yang menjul berbagai komoditas pangan strategis.

"Dari pantauan yang kami lakukan,  pasokan cukup dan harga pangan stabil," ujar Daniel Johan  pimpinan Komisi IV DPRRI yg memimpin kunjungan Kerja KOMISI IV DPRRI Pada masa reses masa sidang ke II tahun 2018-2019 ke lokasi Pasar Palima Palembang


Hal yang sama disampaikan Momon Rusmono. "Kita bisa lihat bersama-sama, harga telur dan lainnya di pasar Palima ini masih stabil dan wajar," ujarnya.

Harga telur ayam rata-rata dijual Rp 22.000 - 23.000/Kg, lebih rendah dari Harga telur di DKI Jakarta. Begitu juga harga daging ayam segar dijual Rp 30.000-32.000/Kg.

"Harga kedua komoditas ini bisa wajar karena rantai pasok lebih efisien, karena langsung dari peternak, kata Suki pedagang telur ayam ras.

"Pasokan telur terus ada, dan kami mengambil telur langsung dari kandang peternak, bukan dari agen atau pedang telur lain," tambah Suki.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Subakti,  pedagang telur lainnya yg menjual telur ayam ras dengan harga Rp 22.000 - 22.500/kg.

"Harga telur stabil, karena pasokan cukup," ujar Subakti.

BACA JUGA:

> Selama 4 Tahun 385.170 Unit Alsintan Digelontorkan ke Petani

> Menteri Amran Pertanian Alami Transformasi Besar Dalam 4 Tahun

> Inilah hasil program terobosan Kementerian Pertanian dalam 4 Tahun Terakhir

 

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri merespon positif model pendistribusian ini. Menurut Risfaheri, harga telur dan daging ayam ras di Palembang bisa lebih murah dibandingkan daerah lain seperti Jakarta, karena rantai distribusi di Sumatera Selatan sangat efisien, yaitu dari Peternak langsung dijual oleh pedagang pasar ke konsumen akhir.

"Model rantai distribusi pangan di Palembang ini dapat dijadikan model pemasaran oleh Daerah2 lain di Indonesia," ujar Risfaheri.

Pedagang daging ayam ras, Zaenu mengatakan harga masih sangat wajar. 

"Daging ayam kami jual Rp 30.000-32.000/Kg. Harga ini masih stabil dan wajar," ujar Zaenu.

Untuk komoditas lain seperti beras medium dijual dengan harga Rp 8.500 - 8.900/kg, Cabai keriting Rp 32.000/kg, Bawang putih Rp 18.000/Kg, Bawang Brebes Rp 28.000  /Kg.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan, Taufik Gunawan menuturkan, menjelang HBKN pihaknya sudah melakukan 10 kali Pasar Murah di 10 Kecamatan di Kota Palembang.

"Sejak awal November hingga kini, kami terus melakukan pemantauan pasokan dan harga pangan pokok dan strategis," tutur Taufik.

Dampaknya, kata Taufik,  pasokan dan harga pangan tetap stabil dan wajar.

"Semua ini bisa terkendali, karena ksmi bekerja sama dan para produsen dan pedagang dari Sumatera Selatan," tambahnya.

Reporter : Edi S
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018