Sabtu, 24 Agustus 2019


Jaga Stabilisasi Harga, 190 Ribu Ton Beras Bulog Masuk Pasar

20 Mar 2019, 11:00 WIBEditor : Yulianto

Gerakasan stabilisasi pangan Bulog | Sumber Foto:Yulianto

Secara serentak OP CBP dilakukan BULOG Divisi Regional seluruh Indonesia pada 3 Januari 2019 sesuai Instruksi Presiden RI sebagai antisipasi terjadinya kenaikan harga beras pada awal tahun 2019

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perum BULOG terus menggelontorkan beras ke pasar melalui Operasi Pasar (OP) Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di seluruh Indonesia. Ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan, khususnya beras di tingkat konsumen.

Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) melalui OP CBP ini telah menggelontorkan 190  ribu ton beras medium dengan volume mencapai 2.000 - 3.000 ton beras/hari. Diharapkan target OP CBP sebesar 15 ribu ton/hari dapat dicapai saat musim paceklik yang diperkirakan harga beras akan meninggi.

Sebelumnya kegiatan ini telah dilakukan serentak oleh BULOG Divisi Regional seluruh Indonesia pada 3 Januari 2019 sesuai Instruksi Presiden RI sebagai antisipasi terjadinya kenaikan harga beras pada awal tahun 2019. Presiden RI mengapresiasi pelaksanaan OP oleh Perum BULOG selama tahun 2018 mampu meredam gejolak harga beras dan efektif menekan inflasi.

“Kami sadar, bahwa keberhasilan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium di setiap daerah akan tercipta bila dilakukan secara bersama dengan dukungan seluruh pihak, terutama dari Pemerintah Daerah, Dinas terkait, Aparat terkait dan para pelaku pasar,tutur Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh.

Dalam pelaksanaan Kegiatan KPSH ini, BULOG melibatkan banyak pihak. Diantaranya,  Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan ataupun yang membidangi di tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota; Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) masing-masing daerah, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan maupun pengecer di pasar tradisional, retail modern, jaringan Sahabat Rumah Pangan Kita (RPK), sinergi BUMN serta melalui Distributor.

“Kami juga bekerjasama dengan Satgas Pangan POLRI dan Jajaran Kementerian Perdagangan RI untuk melakukan pengawasan dalam pelaksanaan KPSH beras medium ini,” kata Tri Wahyudi.

Seperti diketahui Kementerian Perdagangan telah menugaskan BULOG melanjutkan kegiatan KPSH melalui surat Menteri Perdagangan RI pada 2 Januari 2019 yang ditujukan kepada Dirut Perum BULOG.  Dalam surat itu memuat ketentuan harga beras aftur gudang untuk wilayah 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Sulawesi, NTB, Bali) sebesar Rp. 8.100/kg, wilayah 2 (Sumetera, kecuali Lampung dan Sumsel, Kalimantan, NTT) sebesar Rp. 8.600/kg, dan wilayah 3 (Maluku dan Papua) sebesar Rp. 8.900/kg dengan harga jual maksimal sesuai HET masing-masing wilayah.

Saat ini stok beras BULOG secara nasional lebih dari 1,89 juta ton. Gudang BULOG di seluruh Indonesia siap menyalurkan stok tersebut bila sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah. Bukan hanya untuk bencana alam maupun OP CBP guna stabilisasi harga, juga menjaga stok dalam rangka HBKN (Hari Besar dan Keagamaan Nasional) menjelang Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2019.

“Dengan stok yang cukup besar, artinya BULOG siap menjaga 3 pilar ketahanan pangan nasional yakni Pilar Ketersediaan, Keterjangkauan, dan Stabilisasi,” kata Tri Wahyudi Saleh.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018