Thursday, 22 October 2026


Di TTIC Jakarta, Konsumen Serbu Daging Murah

02 Jun 2019, 20:33 WIBEditor : Yulianto

Manager TTIC, Inti Pertiwi bersama Dirut PT. Indoguna Utama, Juar Effendi saat memantau pemasaran daging di TTIC Jakarta, Minggu (2/6)

Salah satu kios yang banyak diserbu pengunjung adalah milik PT. Indoguna Utama. Antrian konsumen cukup panjang hingga ke luar gedung TTIC

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pada hari terakhir (Selasa, 02/6) operasional Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) Jakarta sebelum liburan Hari Raya Idul Fitri, konsumen menyerbu kios daging. Bahkan masyarakat sudah mulai berdatangan ke TTIC yang berlokasi di Jalan Raya Ragunan, depan SMU Negeri 28 Pasar Minggu, sejak pukul 05.00 pagi, padahal baru dibuka pukul 08.00.

Salah satu kios yang banyak diserbu pengunjung adalah milik PT. Indoguna Utama. Antrian konsumen cukup panjang hingga ke luar gedung TTIC. Bahkan saat Tabloidsinartani.com memantau penjualan daging pada Jumat (31/5) dan Sabtu (1/6), kios perusahaan tersebut kerap menjadi sasaran konsumen. Padahal di lokasi TTIC ada beberapa kios yang menjual daging sapi lainnya.

“Kalau saya hitung berdasarkan volume daging yang dijual, maka diperkirakan jumlah pengunjung tiap hari mencapai 5 ribu hingga 7 ribu orang. Antrian pembeli sudah dimulai sejak pukul 05.00 pagi, karena mungkin hari ini terakhir TTIC buka pada bulan Puasa,” tutur Manager TTIC, Inti Pertiwi saat memantau kondisi TTIC Jakarta, Minggu (2/6). Setelah liburan Lebaran, operasional TTIC akan kembali dibuka pada 10 Juni mendatang.

Ia mengakui, dibandingkan di pasaran,  harga daging di TTIC memang terbilang lebih murah yakni hanya Rp 75 ribu/kg untuk daging sapi dan Rp 70 ribu/kg. Namun proporsi volume daging sapi lebih banyak ketimbang daging kerbau.

“Pemerintah memang sejak beberapa tahun terakhir memback up suplai daging dengan daging beku.  Kalau kita tidak back up, apalagi saat menjelang Lebaran, maka harga bisa naik cukup tinggi,” kata Inti

Untuk itu ungkapnya, pemerintah bekerjasama dengan importir daging untuk memasok kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah dengan penjualan daging di TTIC dengan harga yang relative terjangkau masyarakat. Dengan cara ini ternyata harga daging cukup aman, terlihat selama bulan Puasa ini tidak terjadi gejolak.

Menurut Inti yang juga Kepala Bidang Distribusi Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan daging, pihaknya memberikan batasan kepada pelaku usaha untuk menjual hanya 1-2 kg tiap pembeli. “Kalau kita bebasnya pembeli lebih dari 2 kg, maka dikhawatirkan tidak terkontrol,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama PT. Indoguna Utama, Juar Effendi mengatakan, pihaknya sejak TTIC diluncurkan pemerintah sudah berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan daging di masyarakat, terutama saat Puasa dan Idul Fitri. “Ketika Menteri Pertanian bertanya kepada saya, siap tidak menjual daging di bawah Rp 80 ribu. Kami merupakan importir daging pertama yang mengatakan siap,” tegasnya.

Perhitungan Juar, selama Puasa ini pihaknya bisa memasok 1.000 ton daging untuk kebutuhan masyarakat. Pamasaran daging PT. Indoguna Utama yang bekerjasama dengan TTI  berada di 16 lokasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Kami juga melakukan penjualan daging dengan harga murah di Lampung,” katanya. Berdasarkan laporan yang diterima Tabloidsinartani.com, di lokasi TTIC Bogor, kios daging milik PT. Indoguna Utama juga diserbu pembeli.

Juar menegaskan, pihaknya juga siap memenuhi berapa pun permintaan pemerintah untuk memasok daging guna mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramdhan dan Hari Raya Idul Fitri.  

 

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018