Saturday, 10 October 2026


Jual Daging di Atas HAP, Kementan: Lapor ke Satgas Saber

13 Mar 2026, 10:28 WIBEditor : Yulianto

Pedagang daging di Pasar Minggu, Jakarta Selatan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah meminta masyarakat memberikan informasi dan melaporkan ke satuan tugas sapu bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) jika menemukan harga daging, baik sapi maupun kerbau jauh di atas harga acuan pembelian (HAP). Untuk HAP daging sapi Rp 130 ribu/kg dan daging kerbau Rp 80 ribu/kg.

“Kalau ada toko yang menjual daging kerbau beku tidak sesuai HAP, laporkan saja ke tim Satgas Saber. Biar mereka ditangkap,” tegas Dijen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda kepada wartawan di sela acara buka puasa bersama Menteri Pertanian di Kementan, Rabu malam (11/3).

Hal itu ditegaskan Agung menanggapi Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) menilai pemerintah tidak adil dalam pengawasan harga penjualan daging sapi dan membiarkan harga daging kerbau impor lepas tak terkendali jauh di atas HAP.

Ketua Umum JAPPDI, Asnawi di Jakarta, Senin (9/3) mengatakan, harga di Panel Harga Bapanas, pada Kamis (12/3) harga rata-rata daging kerbau beku mencapai Rp114.385/kg atau hampir 43?ri HAP Rp80.000/kg. Sementara rata-rata harga daging sapi murni juga sudah mencapai batas atas HAP sebesar Rp140.000/kg.

Menurut Agung harga daging kerbau yang terjangkau sebesar Rp80.000/kg ada di kios atau toko dengan spanduk khusus pemberitahuan penjualan daging kerbau terjangkau. “Daging kerbau beku ini biasanya dijual di kios-kios yang punya spanduk atau tulisan harga daging kerbau terjangkau,” katanya.

Salah satu spanduk ditemui di Toko Daging Nusantara yang memberitahukan penjualan daging kerbau beku program pemerintah seharga Rp79.900/kg. Namun, harga tersebut tidak ditemukan di dalam toko yang berlokasi di Pasar Rebo, Cipayung, Jakarta Timur. harga Daging Kerbau Kita dibandrol seharga Rp101.000/kg. Paling murah adalah daging kerbau trimming dalam kemasan, meski masih di atas HAP, dengan bandrol Rp96.000/kg.

Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi mengatakan, tidak benar JAPPDI membeli daging kerbau beku di Berdikari senilai Rp90.000/kg. “Tidak ada itu kita jual daging kerbau beku di atas Rp80.000/kg,” sergahnya. Sebelumnya, Asnawi memang mengaku JAPPDI berhasil membeli daging kerbau India dari Berdikari sebanyak 8 ton. Hanya saja, pihaknya harus menebus daging India Rp90.000/kg.

Ditemui di sela acara buka puasa bersama Mentan, Maryadi mengatakan, pihaknya sempat menghubungi Asnawi untuk mempertanyakan klaim pembelian JAPPDI. “Jadi, sempet ditelepon oleh staf saya dan Pak Asnawi sampai minta maaf. Jadi, tidak ada itu harga seperti yang dikatakan,” tandasnya.

Maryadi mengaku memang pihaknya melepas daging kerbau maupun sapi beku kepada 13 distributor. Namun sebagai BUMN, Berdikari tidak bisa menjual daging kerbau yang jadi penugasan pemerintah di atas harga yang digariskan. “Kami ini diaudit BPK. Meskipun tidak ada pidananya, tapi kalau jual di atas harga, pasti kami diminta mengembalikan,” paparnya.

Penjelasan Maryadi juga didukung dan diperkuat ID Food, holding pangan yang membawahi Berdikari dan lima eks BUMN lainnya. Menurut Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia (ID Food), Ghimoyo, BUMN tidak mungkin menjual daging yang jadi penugasan pemerintah di atas harga acuan.

Hanya saja, dia mengaku jika barang sudah dikirim ke pembeli, maka sulit mengontrol harga. “Kita kan tidak tahu barang yang kita delivery sampai berapa tangan. Itu sudah di luar kontrol kami,” paparnya.

Harga Bergerak Naik

Dirjen PKH Agung Suganda berupaya meredam kisruh harga daging sapi dan kerbau beku ini dengan mengungkapkan bahwa Bapanas akan memanggil Berdikari pada Kamis (12/3). “Besok BUMN yang ditugaskan untuk impor daging sapi dan kerbau akan dipanggil Bapanas. Pertama Berdikari dulu, nanti berikutnya PT PPI. Tapi masih menunggu telepon deputi,” ungkapnya.

Hanya saja, ketika hal ini ditanyakan ke Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, dia mengaku tidak tahu. “Saya belum dapat informasi tentang itu, dan saya malah baru tahu dari Anda,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu harga daging sapi segar di pasar juga terus bergerak naik. Di Pasar Kramat Jati, pasar tradisional berskala regional, pedagang melepas daging di kisaran Rp140.000-Rp150.000/kg. Bahkan Yendri, salah seorang pedagang daging memprediksi, harga akan terus naik sampai jelang lebaran dan bisa Rp160.000/kg seperti tahun lalu.

Pedagang daging lainnya, Yana mengaku harga daging sapi memang akan terus bergerak naik sampai jelang lebaran. Saat ini dia melepas harga daging untuk rendang Rp140.000/kg.

Kenaikan harga juga dikeluhkan seorang konsumen saat membeli daging di Pasar Ciracas milik Perumda Pasar Jaya. Menurut Ibu Tejo, ia sempat ditawari harga daging Rp150.000/kg. “Tapi setelah ditawar akhirnya bisa dikasih Rp140.000/kg,” katanya sambil menunggu pesanan daging sebanyak 3 kg.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018