Minggu, 20 Oktober 2019


Berbahaya Benih Pertanian yang Dijual Online Tapi Belum Dilepas

10 Sep 2019, 20:08 WIBEditor : Ahmad Soim

Diskusi Publik perdagangan benih secara online | Sumber Foto:Dok Sinar Tani

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Tanpa disadari banyak pihak terjebak  melakukan kesalahan karena mengedarkan benih yang belum dilepas, termasuk yang dipasarkan melalui media online.

 

Kondisi ini tentu  membahayakan petani pengguna dan juga mengancam para pelaku pemasaran itu sendiri karena telah melanggar aturan yang ada,” kata Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP), Kementerian Pertanian Erizal Jamal pada Diskusi Publik “Peluang dan Tantangan Industri Perbenihan pada Era Digital yang diselenggarakan PPVTPP di Jakarta (10/9).

 

Melalui diskusi public ini lanjut Erizal Jamal  memperjelas beragam aturan terkait dengan pemasaran benih, sehingga para pelaku pemasaran online tidak melakukan kesalahan dengan mengedarkan benih yang belum dilepas.

 

Kondisi ini makin penting  sejalan dengan perubahan yang terjadi di lingkungan petani. Selain itu perkembangan  konsep pertanian perkotaan (urban farming) menambah animo masyarakat untuk bertani, dengan akses transaksi online, tidak perlu lagi datang ke kios-kios pertanian untuk sekedar membeli pupuk, benih atau pun media,” tambahnya.

 

Adanya trend perilaku transaksi di sektor pertanian, khususnya perdagangan benih secara online, Pusat PVTT   mengundang para pemangku kepentingan mulai dari pembuat kebijakan, industry perbenihan, akademisi praktisi, market place hingga komunitas dan konsumen pengguna.

Darlina, PPNS BPSB Jawa Timur  dalam diskusi publik ini  mengatakan benih dapat dikategorikan illegal apabila tidak dilengkapi sertifikasi dan uji tumbuh yang dikeluarkan oleh Kementan.


Perusahaan produsen benih seperti East West Seed, merasa sangat dirugikan dengan maraknya penjualan benih secara online yang mengatasnamakan perusahaan mereka, tapi isinya ternyata benih yang tidak sesuai. Firmansyah, General Manager perusahaan tersebut mengatakan perusahaannya telah mengambil langkah hukum tegas untuk memberi efek jera terhadap pelapak penjual benih aspal tersebut.


Ketua Umum KTNA Nasional Winarno Tohir mengatakan kedepan  perlu peran aktif seluruh stake holder di bidang perbenihan untuk menangani masalah yang rawan dan berbahaya ini.

 

Juga hadir dalam diskusi public ini petani atau penggiat urban farming. Mereka berurunrembug mengenai “Peluang dan tantangan industri perbenihan di era digital”.

 

Erizal Jamal mengatakan melalui diskusi public ini akan tercipta kesepahaman terhadap berbagai regulasi terkait dengan pemasaran benih, termasuk yang dipasarkan secara online.

 

Pemerintah melakukan sejumlah pengaturan dalam proses peredaran benih untuk melindungi petani sebagai konsumen akhir dari benih.  Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura disebutkan benih hasil pemuliaan sebelum diedarkan ke masyarakat harus dilepas dulu. Proses pelepasan dilakukan melalui sejumlah pengujian untuk menilai produktivitas dan ketahanan terhadap hama penyakit utama. 

 

 

Reporter : Iqbal
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018