Sunday, 19 April 2026


Dialog dengan Petani Milenial, Mentan Berikan Tips Sukses jadi Pengusaha

14 Aug 2025, 13:53 WIBEditor : Yulianto

Mentan, Andi Amran Sulaiman saat berdialog dengan Duta Petani Milenial di Gedung Kementerian Pertanian, Kamis (14/8)

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Menjadi pengusaha mungkin impian banyak orang, khususnya generasi muda. Namun untuk sukses menjadi pengusaha tak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Perlu strategi dan keberanian.

Berdialog dengan Duta Petani Milenial di Kementerian Pertanian, Kamis (14/8), Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan tips. “Dalam berbisnis perlu proses. Kita dorong sesuai bakat mereka dan tumbuh sesuai fasion-nya,” katanya kepada wartawan.

Jika ingin sukses menjadi pengusaha, Amran menegaskan, berani melalui proses dan konsisten dalam berusaha. Kemudian, jangan mudah menyerah dan pantang mundur. “Kalau berani berproses, inshaa Allah berhasil. Jadi untuk sukses tidak sekadar pendidikan, tapi perlu proses,” ujarnya.

Amran juga menekankan pentingnya fokus dan mental juang. "Fokus apa yang kamu rancang, jadi yang terbaik di dunia. Mengeluh tandanya gagal. Ketika ada kesulitan dan masalah, jangan ketemu dengan lawanmu. Harus bertempur jangan mundur," kata Amran yang juga seorang pemilik usaha AAS Grup di Sulawesi Selatan. 

Lebih jauh, Amran menegaskan bahwa komitmen adalah modal terbesar. Selain itu, ia juga berpesan kepada generasi milenial yang ingin menjadi pengusaha sukses juga harus yakin terhadap usaha yang digeluti.

"Paling mahal dalam berbisnis adalah janji dan konsisten. Yang sulit adalah konsisten. Setiap bisnis yang baik adalah tumbuh bersama, manusia hebat adalah bergerak bersama," kata Amran yang awal meniti karir sebagai penusaha dengan membuat formula racun tikus bermerek Tiran.

Namun Amran juga mengingatkan agar kesuksesan tidak membuat seseorang tinggi hati dan memperbanyak senyum. "Bagaimana dunia ini tersenyum ketika kamu berusaha. Jangan sombong, karena sombong rezekinya akan sulit. Makin banyak tersenyum, maka akan makin banyak simpati dan rezeki," tuturnya.

Hal lain yang harus mendapat perhatian menurut Amran, dalam berusaha juga harus berani berinovasi dan membuat usaha yang terbaik. Misalnya, ketika ingin beternak, maka lakukan yang terbaik dari hulu ke hilir. “Harus satu ekosistem dikuasai dan rantainya kita kuasai,” ujarnya.

Pemerintah lanjut Amran siap membeck-up usaha para milenial. Contohnya, ada petani milenial di NTT yang membutuhkan pengairan untuk melancarkan usaha, pemerintah akan memberikan bantuan pompanisasi. “Jika ada yang kesulitan permodalan, maka pemerintah siap membantu menghubungkan dengan perbankan untuk mendapatkan KUR (Kredit Usaha Rakyat,red),” katanya.

Amran memberikan apresiasi kepada milenial yang dari usaha pertanian bisa mendapatkan omset hingga Rp 10 miliar pertahun. Karena itu, ia berharap, petani milenial bisa tumbuh bersama.

“Saya berharap petani milenial ini bisa bertemu saya rutin untuk kita bahas segala persoalan dalam usaha. Jika ada 1 juta petani milenial bergerak dengan omset hingga Rp 5-10 miliar itu sudah sangat hebat,” tuturnya.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono juga berharap bagaimana caranya jumlah petani milenial terus bertambah. Untuk yang sudah ada dan berjalan, bagaimana caranya agar omsetnya bertambah. “Kita ingin yang makin kaya, makin sukses dan besar terus bertambah. Ini akan kita monitor,” ujarnya.

Karena itu, Sudaryono berharap nantinya ada pemetaan petani milenial. Dengan demikian akan terdata, lokasinya dimana, berapa yang sudah menerima manfaat, yang berhasil dan sudah menjadi champion. “Kalau perlu, nanti setiap wilayah kita buat Jambore petani milenial,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sudaryono juga berpesan,  duta petani  milenial yang menjadi pengusaha harus berjiwa pejuang. Untuk itu, dalam jambore petani milenial akan ditanamkan ideologis. “Bukan hanya sukses sekarang dan akan datang, tapi juga memiliki ideologis bahwa usahanya untuk kesejahteraan mereka dan orang lain juga,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan, sektor pertanian mempunyai peran penting dalam perekonomian. Karena itu, kegiatan ini memang dirancang untuk menguatkan peran generasi muda di sektor pangan. 

Harapannya, pertama, lebih meningkatkan peran petani milenial dalam rantai pasokan pangan nasional. Kedua, mengakselerasi transformasi pertanian konvensional menjadi pertanian modern. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM. Keempat, hilirisasi produk berjalan dengan baik, efektif dan efisien.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018