Tuesday, 10 March 2026


Begini Strategi Polbangtan Kementan Siapkan Petani Milenial Dukung Swasembada Pangan

18 Feb 2026, 12:32 WIB

Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa menunjukkan komitmennya menyiapkan petani milenial melalui penguatan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan pertanian nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa -- Langkah memperkuat swasembada pangan terus digencarkan pemerintah, salah satunya lewat penguatan generasi muda di sektor pertanian. 

Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa menunjukkan komitmennya menyiapkan petani milenial melalui penguatan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan pertanian nasional.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Agristory Vol. III berupa seminar nasional bertema kewirausahaan di bidang pertanian yang digelar di Aula Syekh Yusuf Kampus I Polbangtan Gowa, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang inovatif, adaptif terhadap teknologi, sekaligus mampu mengelola usaha pertanian secara modern.

Program ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian melalui strategi program kerja yang mendukung swasembada pangan berkelanjutan. 

Menurutnya, pembangunan pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kemampuan manajerial, jiwa kewirausahaan, serta mampu mengelola organisasi bisnis pertanian secara profesional.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, yang menegaskan pentingnya perencanaan kerja yang mampu menjawab tantangan pertanian modern sekaligus selaras dengan program swasembada pangan nasional. 

Ia menilai pembelajaran di sektor pertanian harus terus berkembang mengikuti dinamika teknologi dan kebutuhan pasar.

Dalam seminar tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, memaparkan perspektif kebijakan pemerintah dalam mendukung swasembada pangan melalui berbagai program strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 

Ia menekankan, keberhasilan swasembada tidak terlepas dari kebijakan terarah, penguatan SDM pertanian, serta transformasi sistem produksi melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Menurutnya, transformasi pertanian harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi petani, modernisasi alat dan mesin pertanian, hingga digitalisasi sistem produksi.

Ia juga menegaskan keberlanjutan swasembada pangan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan generasi muda.

Pelaksana Tugas Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, saat membuka kegiatan mengatakan kunci penting mewujudkan keberlanjutan swasembada pangan terletak pada penguatan kewirausahaan di sektor pertanian. 

Ia menilai pertanian kini tidak lagi sekadar kegiatan produksi, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurut Sartika, kewirausahaan pertanian mendorong lahirnya petani yang inovatif, kreatif, mampu membaca peluang pasar, serta berorientasi pada nilai tambah dan daya saing. 

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengubah pola pikir generasi muda agar melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Seminar nasional ini juga menghadirkan sejumlah praktisi yang berbagi pengalaman dan wawasan terkait pengembangan usaha pertanian modern. 

CEO Cipta Visi Group sekaligus Ketua Umum Duta Petani Milenial, Rayndra Syahdan Mahmudin, mengulas peluang dan tantangan kewirausahaan pertanian bagi generasi muda.

Rayndra menekankan, pertanian harus dikelola secara profesional melalui pencatatan keuangan, manajemen usaha, strategi pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital.

Selain itu, pelaku usaha pertanian Muh. Alif Alfath, pemilik MILFAR.ID dan pimpinan LKP Milfar, turut membagikan pengalaman praktik bisnis pertanian berbasis inovasi. 

Alif menegaskan keberhasilan usaha pertanian tidak hanya ditentukan teknik budidaya, tetapi juga strategi perencanaan tanam, analisis pasar, pengelolaan risiko, hingga manajemen keuangan.

Dalam sesi motivasi, Alif mendorong mahasiswa untuk tidak ragu memilih sektor pertanian sebagai profesi sekaligus peluang bisnis.

Menurutnya, petani masa kini harus mampu berpikir sebagai entrepreneur, bukan sekadar produsen.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa Polbangtan Gowa secara daring dan luring tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas generasi muda di sektor pertanian. 

Melalui pendekatan pendidikan vokasi dan kewirausahaan, Polbangtan Gowa menegaskan komitmennya mencetak petani milenial yang inovatif, berdaya saing, dan siap menjadi motor penggerak keberlanjutan swasembada pangan di Indonesia.

Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018