Sunday, 12 April 2026


Perkuat Jejaring DUDI, Polbangtan Kementan Pastikan Mahasiswa Siap Terjun ke Dunia Agribisnis

05 Mar 2026, 03:23 WIBEditor : Gesha

Polbangtan Kementan memperkuat jejaring dunia usaha dan dunia industri (DUDI) lewat PKL dan magang berbasis industri, memastikan mahasiswa siap terjun dan bersaing di sektor agribisnis nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa -- Polbangtan Kementan memperkuat jejaring dunia usaha dan dunia industri (DUDI) lewat PKL dan magang berbasis industri, memastikan mahasiswa siap terjun dan bersaing di sektor agribisnis nasional.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus memperkuat jejaring dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) guna memastikan lulusannya siap bersaing di sektor agribisnis nasional. 

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL) dan Magang Tugas Akhir mahasiswa di Agrifarm Malang, Jawa Timur.

Polbangtan Gowa diterjunkan di dunia usaha dan dumia industri

Sebanyak 10 mahasiswa Program Studi D-III Budidaya Tanaman Hortikultura diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengikuti pembelajaran berbasis industri. 

Mereka tidak hanya mempraktikkan teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga terlibat dalam proses budidaya, manajemen produksi, pengendalian mutu hingga pemasaran hasil pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa generasi muda menjadi kunci masa depan pertanian Indonesia.

“Generasi muda menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. Kementan akan melakukan pendampingan secara periodik agar mereka bisa bergerak di semua sektor pertanian. Yang terpenting mereka diorganize dan didukung segala sesuatunya,” ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya regenerasi petani untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

“Petani kita semakin berозар, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah esensial untuk menyokong ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menyebut pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil di sektor pertanian.

“Pendidikan vokasi pertanian berperan penting dalam menyiapkan generasi petani baru, mengembangkan teknologi tepat guna, serta mendukung pencapaian swasembada pangan. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, kita dapat melahirkan inovasi yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Penguatan jejaring DUDI ini semakin dipertegas dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Polbangtan Gowa dan Agrifarm Malang. 

Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan PKL dan magang tugas akhir, sinkronisasi kurikulum berbasis kebutuhan industri, peluang penelitian terapan, hingga potensi rekrutmen lulusan.

Dosen Pendamping, Andi Farhana, dalam sambutannya Senin (2/3/2026), menyampaikan kolaborasi ini merupakan wujud nyata link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri. 

Ia berharap mahasiswa mendapatkan pembinaan optimal selama di lokasi magang, termasuk teguran dan sanksi edukatif jika diperlukan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan profesionalisme.

Pihak Agrifarm Malang menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap kehadiran mahasiswa Polbangtan Gowa mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan usaha agribisnis sekaligus menjadi ruang belajar aplikatif yang berkelanjutan.

Melalui penguatan jejaring DUDI ini, Polbangtan Kementan memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki kompetensi teknis, manajerial, serta etos kerja profesional sehingga siap terjun dan berkontribusi nyata dalam pengembangan agribisnis nasional.

Reporter : Muz
Sumber : Polbangtan Gowa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018