Sunday, 19 April 2026


Wujudkan Kota Mandiri Pangan, Makassar Tancap Gas Lewat Urban Farming

18 Nov 2025, 10:49 WIBEditor : Herman

Training of Trainers (ToT) Urban Farming digelar Pemerintah Kota Makassar bekerjasama dengan Unhas

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar --- Pemerintah Kota Makassar terus mendorong gerakan urban farming sebagai strategi menghadapi keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan.

Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Urban Farming yang digelar bekerja sama antara Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar dan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.

Program ini bertujuan mencetak penyuluh dan kader pertanian perkotaan yang kompeten dan mampu mendampingi masyarakat memanfaatkan lahan sempit menjadi sumber pangan.

Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) antara Pemkot Makassar dan Unhas dilakukan di Ruang Dekan Fakultas Pertanian Unhas pada 10 November.

Makassar sebagai kota besar menghadapi penyusutan lahan pertanian hamparan. Pemerintah pun mendorong perluasan produksi pertanian hingga ke pekarangan rumah, lorong kota, dan ruang terbatas lainnya sebagai fondasi kemandirian pangan masyarakat urban.

Tantangannya, masih banyak warga yang belum memiliki keterampilan dan pemahaman memadai tentang budidaya pertanian.

Selama tiga hari pelatihan, peserta dibekali berbagai materi mulai dari pengenalan media organik, pemanfaatan pupuk organik cair, teknologi PGPR, hingga rekayasa budidaya tanaman di kawasan perkotaan.

Materi lain seperti budidaya bawang merah di pekarangan, pemeliharaan tanaman hias, dan teknik pengendalian hama serta penyakit tanaman juga turut diberikan.

Peserta diperkenalkan pula dengan teknologi modern, termasuk sistem fertigasi berbasis gravitasi, penggunaan sensor, dan penerapan Internet of Things (IoT) dalam pemeliharaan tanaman.

Tidak hanya teori, peserta turun langsung membuat media semai, pestisida nabati, perbanyakan trichoderma, kompos, POC, dan eco-enzyme di Smart Exfarm Fakultas Pertanian Unhas.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, menegaskan keseriusan pemerintah dalam menggerakkan urban farming sebagai gerakan kolektif masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya diajak menanam, tetapi juga dibimbing oleh orang yang memang paham. ToT ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan kota,” ujarnya.

Kepala Bidang Pertanian, Jenny, yang mewakili pembukaan kegiatan juga menambahkan bahwa pihaknya ingin para peserta keluar dari pelatihan ini bukan hanya membawa ilmu, tetapi juga semangat untuk menggerakkan masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebelumnya menekankan pentingnya gerakan ini dalam mewujudkan kota yang sehat dan mandiri. Dalam Festival Urban Farming 2025, ia menyampaikan pesan yang kembali menggema melalui pelatihan ini.

“Urban farming bukan hanya tentang menanam tanaman, tetapi menanam harapan. Setiap pot, setiap polybag, adalah langkah kecil menuju Makassar yang lebih hijau dan mandiri,” kata Munafri.

Pemerintah Kota Makassar kini resmi mewajibkan lebih dari 6.000 ketua RT menjalankan urban farming di wilayah masing-masing. Program ini terhubung dengan pengelolaan sampah rumah tangga menggunakan biopori, komposter, eco-enzyme, hingga budidaya maggot.

“Semua elemen saling terhubung. Sampah rumah tangga diolah, hasilnya dipakai untuk menanam, dan tanaman memberi manfaat ekonomi maupun lingkungan,” ujar Aulia.

Program ini juga membuka ruang kolaborasi lebih luas bersama sektor swasta, komunitas, dan perguruan tinggi. Upaya memperkuat urban farming di Makassar sejalan dengan visi nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama kesejahteraan bangsa.

Reporter : Mas Awan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018