
Ricky Gunawan, Ketua Umum Asbenindo
Pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian bersama produsen benih untuk bisa duduk bareng membahas kebutuhan dan kondisi benih. Saat ini produsen benih sudah semakin banyak, breeder juga sudah banyak. “Mereka mungkin menciptakan varietas baru tetapi juga perlu sarana untuk memasarkan produknya. Harus duduk bareng untuk mengetahui permasalahannya,” ujarnya.
Dukungan pemerintah dalam bentuk laboratorium dan ke-litbang-an varietas juga diakui Ricky menjadi bantuan yang sangat baik untuk mendukung produsen benih menengah dan kecil. Sebab, dibandingkan produsen benih multinasional yang tergolong besar dan memiliki divisi litbang (research and development), produsen benih menengah dan kecil belum memiliki fasilitas yang memadai untuk litbang. “Litbang dari pemerintah dibutuhkan disini. Sehingga hasil dari litbang hanya disalurkan pada produsen benih yang tidak memiliki fasilitas litbang,” tambahnya.
Menegaskan harapan sebagai produsen benih sekaligus Ketua Asbenindo, Ricky menjelaskan pemerintah perlu mengkaji ulang dan mengevaluasi peraturan perbenihan. Kemudian dibuat lebih kondusif. “Saya melihat beberapa peraturan ada, namun tidak digunakan karena kebijakan yang bertentangan,” katanya.
Ricky berharap agar kedua stakeholder (pemerintah dan pelaku perbenihan) menyingkirkan rasa curiga dan dibicarakan bersama untuk kemajuan perbenihan Indonesia. Pemerintah perlu mengetahui kondisi produsen benih secara langsung, sehingga bisa membuat regulasi harus seperti apa. “Bagi produsen benih, bantuan dalam bentuk regulasi yang stabil, konsekuen, dan kondusif untuk kita. Itu saja cukup,” tambahnya.
Dengan demikian, produsen benih akan semakin fokus untuk memproduksi benih-benih berkualitas, menciptakan pasar, termasuk mendukung petani mendapatkan fasilitas yang lebih baik untuk petani.