Kamis, 18 Oktober 2018


Lahan Rawa Jejangkit Menuju Lumbung Pangan Dunia

05 Okt 2018, 18:48 WIBEditor : Ahmad Soim

Alat berat buatan Pindad digunakan untuk membuat saluran irigasi lahan rawa di Jejangkit, Barito Kuala | Sumber Foto:Ahmad Soim

Rekayasa Kelembagaan

Kawasan lahan rawa seluas 750 ha ini termasuk kawasan baru yang diterapkan dengan sistem irigasi modern dan penggunaan inovasi teknologi budidaya terbaru. Pelibatan Penyuluh Pertanian (PPL) dirasa perlu bahkan wajib. Karena Kementerian Pertanian dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat sangat berharap lokasi ini terus diproduktifkan.

Kawasan ini dibangun sebagai percontohan yang akan diresmikan dan didemokan sebagai gelar teknologi pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 Tahun 2018 di Jejangkit, yang akan dilakukan pada akhir Oktober 2018. Presiden Joko Widodo diharapkan hadir pada acara ini.

Selama tiga tahun berikutnya, para petani disini akan didampingi secara teknis, manajemen dan kelembagaan usaha taninya menjadi korporasi. “Telah dilakukan MoU dengan Perhimpunan Teknis Pertanian Indonesia (Perteknpi) yang anggota-anggotanya berasal dari para ahli perguruan tinggi pertanian, di antaranya dari IPB,” jelas Pending Dadih Permana.

Pengelolaan jaringan irigasinya pada tahap awal masih melibatkan dan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dengan target jaringan  yang tidak berfungsi akan  difungsikan kembali, serta membangun jaringan irigasi baru.

 Secara nasional, Indonesia pada tahun ini mencetak lahan rawa seluas 41 ribu ha. Pada bulan Desember diharapkan akan selesai 40 ribu ha. Pencetakan atau optimalisasi lahan rawa tersebut tersebar  di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jambi, Lampung. Pada tahun 2019 akan dibangun lahan rawa seluas 35 ribu ha.

Dampak optimalisasi lahan rawa ini akan irasakan pada tahun 2019. Ada lahan rawa yang tadinya tidak ditanami, ditargetkan bisa minimal ditanami 1 kali, yang semula satu kali akan menjadi dua kali tanam dalam setahun.

Potensi lahan rawa masih sangat besar, yakni mencapai 10 juta ha, sekitar 1,2 juta ha telah dimanfaatkan. Kementan berharap daerah bisa tangani dan mendampingi petani  untuk optimalisasi lahan rawa menuju lumbung pangan dunia.

Pending Dadih Permana menambahkan lahan rawa seluas 750 ha ini dibangun dengan maksud untuk demarea atau percepatan bagi daerah lain untuk membangun yang serupa. Di lokasi ini, Kemendes juga akan membangun penggilingan padi/RMU.

Selain ditanami padi, Kawasan terpadu ini juga ditanami tanaman lain sebagai tumpeng sari, seperti sayuran dan buah-buahan. Sedangkan di kanal-kanalnya akan digunakan untuk budidaya ikan.

Kementerian Pertanian sudah ditandatangani Pedoman Umum corporate farming untuk pengembangan Kawasan rawa ini menjadi usaha modern yang dimiliki petani.  Som

Reporter : Som

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018