Wednesday, 21 October 2026


Bersiap Hadapi Panen

13 Mar 2019, 15:02 WIBEditor : Yul

Pengenalan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) pada petani.

Heru mengungkapkan, petani di Desa Gladag, Kecamatan Rogojambi, Kab. Banyuwangi memasuki Maret ini sudah tanam padi. Musim tanam padi umumnya dimulai pada Desember, sehingga pada April sudah bisa panen. Setelah April, petani mulai olah lahan langsung tanam, sehingga pada awal Agustus petani mulai panen.

Namun saat musim kemarau, petani ada yang menanam palawija. Sedangkan sejumlah petani yang menanam padi memanfaatkan menggunakan mesin pompa sendiri (biasanya pada Agustus-September). “Sudah tradisi bagi petani di sini kalau musim kemarau tanam palawija, khususnya jagung,” ujarnya.

Saat ini padi yang ditanam petani sudah berumur 40-70 hari. Jadi, diperkirakan pada April nanti sudah mulai panen. “Nah, pada musim panen ini penggunaan CH akan semarak lagi. Kalau saat ini di desa kami sedang sepi, sehingga CH ini kami alihkan ke desa lainnya yang kebetulan sedang panen,” papar Heru.

Setelah panen, Heru memperkirakan pada April petani di Desa Gladag kembali olah lahan. Sehingga, petani yang menggunakan HT pada April nanti juga diperkirakan meningkat. Setelah olah lahan, biasanya petani langsung tanam. “Kalau di desa kami sedang tak tanam dan tak panen, kedua alat tersebut bisa kami sewakan ke petani desa lainnya. Sehingga, alsintan yang kami miliki tak nganggur dan kas UPJA akan terus terisi,” paparnya.

Heru mengemukakan, sebagian lahan di Desa Gladag sudah dilengkapi dengan irigasi teknis. Karena itu petani di Desa Gladag bisa tanam padi setahun 2 kali dengan produktivitas rata-rata 7 ton/ha.

Meski sudah ada fasilitas irigasi teknis, lanjut Heru, sejumlah petani Desa Gladag pada musim kemarau ada yang memanfaatkan lahannya untuk tanam palawija, seperti jagung dan ketela rambat. Jagung yang ditanam petani Desa Gladag, produktivitasnya mencapai 8 ton/ha.

Sejumlah lahan petani Desa Gladag banyak yang dimanfaatkan untuk pembenihan jagung. Dari 320 ha lahan sawah di Desa Gladag, sekitar 20 ha yang dimanfaatkan petani untuk pembenihan jagung. “Biasanya ada kerjasama antara petani dan sejumlah perusahaan pembibitan jagung,” ujarnya.

Meski sudah banyak petani yang menyewa alsintan, Heru mengakui, penggunaan alsintan di Desa Gladag kerap terkendala dengan petakan lahan petani yang kecil-kecil. Bahkan dalam 1 hektar (ha) lahan sawah, bisa mencapai 20-25 petakan. “Kalau petakannya banyak, luas petakannya menjadi lebih kecil sehingga alsintan yang besar sulit masuk ke lahan petani. Idealnya 1 ha itu hanya ada 5 petak sawah,” papar Heru.

Reporter : Idt
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018