Kamis, 18 Juli 2019


Bayar Premi AUTP Rp 36 Ribu/ha, Petani Bisa Terima Klaim Rp 6 Juta

18 Mar 2019, 19:32 WIBEditor : Gesha

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy kembali mengajak petani untuk menggunakan AUTP untuk melindungi lahan mereka | Sumber Foto:INDARTO

Jumlah petani peserta AUTP dari tahun ke tahun terus meningkat. Tercatat, dari target 1 juta ha, realisasi AUTP pada tahun 2018 tercapai 806.199,64 ha, atau 80,62%

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jembrana--- Petani padi bisa memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Dengan membayar premi Rp 36 ribu/ha/musim, petani yang sawahnya terkena bencana banjir dan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dapat klaim (ganti) Rp 6 juta/ha.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, harga premi AUTP ini relatif sangat murah.

"Hanya seharga dua bungkus rokok, petani yang sawahnya kebanjiran dapat ganti Rp 6 juta/ha," papar Sarwo Edhy saat memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian di PPN Pengambengan, Kab.Jembrana, Bali, Senin (18/3).

Menurut Sarwo Edhy, AUTP  merupakan cara Kementan untuk melindungi usaha tani agar petani masih bisa melanjutkan usahanya ketika terkena bencana banjir, kekeringan atau serangan OPT.

Karena AUTP menjadi program Kementan, premi asuransi tani tersebut sampai saat ini masih disubsidi pemerintah Rp 144 ribu/ha.

"Kami harapkan semua petani padi bisa mendaftar sebagai anggota AUTP. Karena harga preminya murah dan sangat bermanfaat," ujarnya.

AUTP saat ini tak hanya diperuntukkan bagi petani yang lahan sawahnya berada di kawasan rawan bencana dan serangan OPT. Tetapi juga untuk petani yang lahan sawahnya aman dari bencana. Sebab, yang namanya bencana atau serangan OPT itu tak bisa diduga.

"AUTP ini akan terus kami sosialisaikan ke petani. Karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggota AUTP, " papar Sarwo Edhy.

Data Kementan menyebutkan, jumlah petani peserta AUTP dari tahun ke tahun terus meningkat. Tercatat,  dari target  1 juta ha, realisasi AUTP pada tahun 2018 tercapai 806.199,64 ha, atau 80,62%. Sementara itu klaim kerugian yang diajukan petani mencapai 12.194 ha atau sebesar 1,51%.

Sarwo Edhy mengatakan, pengembangan AUTP pun tak menemui banyak kendala. Artinya, pembayaran klaim yang dilakukan PT Jasindo sampai saat ini berjalan lancar.

Bahkan, untuk mempermudah pendaftaran dan pendataan asuransi, Kementan bersama PT Jasindo menerbitkan layanan berbasis online melalui Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP). 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018