Kamis, 23 Mei 2019


Dirjen PSP, Sarwo Edhy: ‘Kita Bangun Lahan Rawa untuk Kesejahteraan Petani’

02 Apr 2019, 10:19 WIBEditor : Yul

Sarwo Edhy

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA -- Program SERASI (Selamatkan Rawa, Petani Sejahtera) menjadi salah satu ikon pemerintah untuk mengoptimalkan lahan rawa untuk usaha pertanian. Tahun ini pemerintah menargetkan pengembangan lahan sub optimal tersebut seluas 500 ribu hektar (ha). Sejauh mana rencana pengembangan lahan rawa untuk mendukung kedaulatan pangan?

Bagaimana juga dengan upaya pemerintah memodernisasikan pertanian Indonesia dengan menggelontorkan bantuan alsintan? Berikut ini wawancara Tabloid Sinar Tani dengan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy di Jakarta, Senin (11/3).

SERASI menjadi program utama pemerintah untuk mendorong pengembangan pertanian di lahan rawa. Sejauh mana rencana pelaksanaan program itu?

Pemerintah sesuai harapan Menteri Pertanian, tahun ini memang telah menetapkan target seluas 500 ribu ha untuk pengembangan lahan rawa. Luas lahan itu berada di Sumatera Selatan 250 ribu ha, Kalimantan Selatan 200 ribu ha dan Sulawesi Selatan 50 ribu ha. Untuk memanfaatkan lahan rawa tersebut, Badan Litbang Pertanian telah melakukan SID (Survei Investigasi dan Desain). Dari target 100 ribu ha lahan rawa yang bisa dioptimalisasi untuk usaha pertanian, ternyata baru 42 ribu ha yang bisa diselesaikan Badan Litbang Pertanian.

Dengan baru 42 ribu ha yang teridentifikasi Balitbang Pertanian, bagaimana untuk mengejar target pengembangan lahan rawa yang telah pemerintah tetapkan?

Kita sudah sepakat, sisanya menggunakan SID sederhana yang dibuat kelompok tani bersama konsultan setempat bekerjasama dengan dinas pertanian kabupaten dan provinsi. Ini kita lakukan untuk mempercepat proses agar bisa kita lakukan pengelolaan lahan rawa yang ada. SID sederhana itu, caranya kita bisa langsung lihat kondisi fisik di lapangan. Ini berbeda dengan yang digunakan Badan Litbang Pertanian yang menggunakan satelit. Dengan SID sederhana satuan biaya per hektar juga lebih murah. Saya harapkan melalui cara ini mudah-mudahan akhir Desember 2019 bisa tercapai 500 ribu ha.

Apa saja bantuan pemerintah untuk membuka lahan rawa menjadi areal pertanian?

Untuk daerah yang menjadi lokasi pengembangan lahan rawa untuk usaha pertanian, pemerintah telah memberikan bantuan excavator. Di Kalimantan Selatan 63 unit, Sumatera Selatan 69 unit dan Sulawesi Selatan 63 unit juga untuk lima kabupaten.

Seberapa besar sebenarnya potensi lahan rawa di Indonesia?

Jika kita melihat data Badan Litbang Pertanian, maka potensi lahan rawa di Indonesia ada sebanyak 32 juta ha. Lahan rawa tersebut tersebar dari Sabang-Merauke. Bahkan yang paling besar potensinya berada di Papua. Namun persoalannya di sana adalah terkendala SDM yang belum siap. Dari 32 juta ha lahan rawa tersebut yang berpotensi untuk lahan pertanian sebesar 10 juta ha. Namun untuk tahun ini, kita coba demplot untuk luasan 500 ribu ha.

Reporter : Yulianto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018