Tambang dolomit
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Rawa termasuk lahan marginal. Untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa kuncinya adalah pengelolaan air dan memperbaiki kemasaman tanah serta pengelolaan hara terpadu. Salah satu cara untuk memperbaiki kondisi lahan adalah dengan memanfaatkan dolomit.
"Kendala fisik dan kimia lahan dapat diatasi dengan teknologi pengelolaan lahan yang tepat,” kata Peneliti Balai Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian, IGM Subiksa dalam Diskusi Program Serasi, Solusi Meningkatkan Produksi Pangan yang digelar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Untuk memperbaik kondisi tanah, salah satunya adalah dengan pemberian dolomit. Sejauh mana peran dolomit untuk memperbaiki kondisi lahan rawa? Menurut banyak manfaat dolimit, bukan hanya sebagai pembenah tanah, tapi juga sebagai pupuk.
Untuk pembenah tanah, dolomit akan meningkatkan pH tanah, tapi juga mengurangi toksisitas Al (alumunium) dan Fe (besi), memperbaiki sifat fisik tanah, meningkatkan aktivitas mikroba dan mempercepat mineralisasi bahan organik. Sedangkan sebagai pupuk, secara langsung dolomit akan meningkatkan unsur hara Ca dan Mg dan tidak langsung akan meningkatkan ketersediaan hara P, N dan K serta unsur mikro.
Berapa dosis yahng diperlukan? “Kebutuhan dolomit akan berbeda-beda. Untuk di lahan yang pH-nya 5-6, kebutuhan dolomitnya hanya sekitar 500 kg. sedangkan lahan yang pH-nya di bawah 4 sebanyak 2-3 ton. Jadi sangat tergantung kondisi lapangan,” katanya.
Namun dosis dolomit menurut Subiksa, juga tergantung tanamannya untuk padi lebih rendah. Sedangkan untuk hortikultura akan lebih banyak, karena tanamannya lebih ‘manja’. “Jadi harus kita lihat berapa besar kebutuhan kalsium dan magnesiumnya,” ujarnya.
Jika dibandingkan dengan kalsit ungkap Subiksa, daya netralisasi dolomit lebih kuat dari kalsit (119 persen), dolomit mengandung Ca (kalsium) dan Mg (magnesium), sedangkan kalsit hanya Ca. Manfaat kalsium pada dolomit yakni, mendorong pembentukan buah dan biji yang sempurna, menetralkan asam organik yang dihasilkan pada metabolisme dan merangsang terbentuknya bulu-bulu akar. Sedangkan manfaat magnesium yakni membentuk warna hijau pada daun (klorofil), pengaturan dalam penyerapan unsur hara lain seperti P dan K.
Sementara itu Chief Marketing Officer PT Polowijo Gosari, Adhie Widihartho mengatakan, pihaknya menjadi salah satu produsen dolomit yang siap menyuplai kebutuhan dolomit untuk lahan rawa. Potensi tambang dolomit milik Polowijo mencapai 300 juta ton, dengan produksi dolomit sekitar 1 juta ton/tahun. “Kami memiliki dolomit yang selama ini digunakan perusahaan sawit yakni Dolomit Premium 100,” ujarnya.