Minggu, 21 Juli 2019


Minat Daerah Garap Lahan Rawa Tinggi

24 Apr 2019, 16:54 WIBEditor : Yulianto

Dirjen PSP, Sarwo Edhy (dua dari kiri) | Sumber Foto:Julian

Ada dua provinsi yakni Lampung dan Riau yang sudah mengajukan untuk mengembangkan lahan rawa melalui program Serasi.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Minat daerah untuk mengembangkan lahan rawa melalui program Serasi (Selamatkan Lahan Rawa, Sejahterakan Petani) cukup tinggi. Meski hanya tiga provinsi yang ditargetkan yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan, tapi ada dua provinsi lainnya yang juga mengajukan untuk masuk program tersebut yakni Lampung dan Riau.

“Dari target 500 ribu hektar (ha) yang ditargetkan, ternyata dari hasil validasi CPCL (calon petani, calon lokasi) hanya 400 ribu ha. Sisanya akan kita alokasikan ke provinsi lain,” kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy saat Diskusi Program Serasi, Solusi Meningkatkan Produksi Pangan yang digelar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) di Jakarta, Rabu (24/4).

Menurut Sarwo, ada dua provinsi yakni Lampung dan Riau yang sudah mengajukan untuk mengembangkan lahan rawa melalui program Serasi. Namun untuk tahun ini, pemerintah masih fokus untuk tiga provinsi  yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

Sarwo mengakui, potensi pengembangan lahan rawa untuk meningkatkan produksi pangan cukup besar. Dari hasil penelitian, potensi lahan rawa lebak di Indonesia mencapai 34 juta ha. Namun kaji para ahli ada sekitar 10 juta ha yang dapat dijadikan lahan pertanian produktif.

“Ke depan akan kita garap secara bertahap. Tahun 2019 ini, kita programkan seluas 500 ribu ha di 3 provinsi. Kita sangat konsen mengembangkan lahan rawa. Karena lahan rawa merupakan masa depan pangan Indonesia,” tuturnya.

Selain potensi lahan yang cukup luas, potensi peningkatan luas tanam (indeks pertanaman/IP) juga sangat besar. Selama ini petani di lahan rawa hanya memanfaatkan lahan rawa satu kali tanam dalam setahun dengan masa tanam padi lokasi selama 6 bulan. Produktivitasnya juga hanya  3 ton/ha.

Padahal dengan teknologi seperti rehabilitasi jaringan irigasi, perbaikan tanggul dan pintu air, lahan rawa bisa ditanam hingga 2-3 kali dalam setahun. Selain itu dengan menggunakan benih padi unggul seperti Inpara, potensi peningkatan produktivitas tanaman juga cukup besar.  

Sarwo mencontohkan, saat panen padi di Desa Kandangan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan seluas 1.200 ha, produktivitas tanaman padi mencapai 6,5 ton gabah kering panen (GKP)/ha. “Kita bantu benih dan alsintan mulai dari pengolahan tanah dan alat tanam dan panen, sehingga petani senang dan konsen. Hasilnya ada peningkatan IP, bahkan ada petani yang bisa berangkat Umroh. Artinya kesejahteran petani meningkat,” katanya.

Reporter : Julian
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018