Monday, 08 August 2022


Gunakan Pakan Racikan, Cara Sunardi Atasi Kenaikan Harga Pakan

20 Jul 2022, 12:44 WIBEditor : Herman

Sunardi, Peternak Ayam Karangploso Malang | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Karangploso Malang --- Tingginya harga pakan konsentrat membuat para peternak ayam petelur harus berfikir keras, salah satunya dengan menaikkan harga telur ayam. Hal tersebut dibenarkan pemilik Bina Ternak Farm, Sunardi yang saat ini menjalankan usaha peternakan ayam di Karangploso, Malang. 

Usaha peternakan ayam yang dijalankan Sunardi sejak tahun 2000 merupakan usaha warisan keluarga. Selain ingin memiliki usaha mandiri, Sunardi yang merupakan lulusan sekolah peternakan ini melihat kebutuhan telur termasuk dalam salah satu kebutuhan pokok yang banyak dibutuhkan masyarakat.

Dalam kandang miliknya, Sunardi mengembangkan ayam petelur dari strain Isa, Lohmann dan Novogen. Ketiga strain tersebut dipilih karena memiliki karakteristik yang berbeda dan pastinya memberikan keuntungan pelaku usaha. 

“Banyak pertimbangan mulai dari segi bisnisnya, pemasaranya, dan tingkat efisiensinya. Kalau orang usaha itu meskipun usaha kerakyatan perlu bersaing secara kompetitif,” ungkap Sunardi.  

Jenis lohmann menjadi salah satu strain yang banyak disukai oleh peternak, namun mungkin tidak disukai oleh konsumen karena telurnya yang cenderung besar. Sementara untuk strain Novogen memiliki tingkat adaptasi cuaca alam yang tinggi dan tingkat presentase produksi bisa bertahan 3 bulan pada produksi puncaknya. Sedangkan strain Isa memiliki tubuh yang kecil namun persentase produksi tinggi, namun agak sensitif dengan perubahan cuaca.  

“Saya mengembangkan semuanya ada tiga-tiganya kalau strain Lohmann kisaran 20%, Novogen dan Isa masing-masing 40%, Dari keseluruhan populasi 20.000 ekor ayam yang dipelihara memiliki prodktifitas per hari mencapai 80-90 persen, atau sekitar 900 kg sampai 1 ton per hari” terangnya. 

Dalam menjalankan usaha peternakannya, Sunardi membeli bibit/DOC dari perusahaan penyedia Day Old Chicken (DOC) seperti Pokphand, Comfeed, maupun Wonokoyo. Bibit yang sudah dibeli kemudian masuk pada proses breeding dengan menggunakan pemanas khusus.

 

“Dari sana kita pindahkan ke kandang produksi, jadi umur 4 bulan sampai 5 bulan sudah mulai produksi diharapkan umur 6,5 bulan sudah mencapai puncak produksi, dan nantinya diumur 8 bulan puncak bertelur sampai bertahan satu tahun, sesudah 1 tahun masih produktif tapi memang dari kualitas telur ada penurunan dari berat telur sedikit-sedikit terus kurang bagus, yang produktif itu efektifnya kalau sekarang ini 18 bulan sampai dengan 20 bulan,”paparnya.  

Pakan dan Perawatan   

Sinardi menceritakan pemberian pakan ayam mulai umur 1 hari sampai 1 bulan menggunakan pre layer starter, untuk umur 1 bulan sampai 2 bulan menggunakan pakan starter, setelah itu memakai grower sampai usia 75 hari. 

“Grower ini bertujuan untuk membuat struktur tulang yang besar, frame yang besar dan tidak banyak lemak, karena kalau lemaknya ini terlalu banyak akan mengganggu reproduksinya juga, nanti setelah 15-16 bulan sudah memakai pakan produksi,’ tambahnya.  

Melihat harga bahan baku pakan seperti BKK dan MBM yang tinggi, Sunardi mengunakan bahan dengan komposisi sendiri yang lebih murah. Yaitu dengan menggunakan konsentrat, yang ditambahkan dengan jagung, katul, premix, mineral dan lain-lainnya. 

“Untuk memenuhi pakan dibutuhkan 2,4 ton konsentrat per hari. Kalau masalah limbah sangat membantu di area peternakan, kebetulan domisili tempat peternakan kami ini di daerah pertanian daerah Karangploso Malang, memang cukup lumayan limbahnya sampai kurang-kurang untuk permintaan pertanian,”ujarnya.  

Diungkapkan Sunardi, sejak delapan bulan terakhir harga pakan ayam berupa konsentrat mengalami kenaikan cukup tinggi kalau dihitung mulai 2001 sampai sekarang harga pakan mengalami kenaikan Rp 150.000/sak. Hal tersebut menyebabkan banyak peternak yang tidak kuat dan tutup.  

“Kenapa harga telur naik salah satunya karena harga pakan tidak wajar lagi, bahkan banyak peternak yang pesimistis dan tidak melanjutkan usaha di peternakan ayam, harga telur saat ini mungkin bagi konsumen mahal, kita juga mohon maaf kalau tidak dinaikkan banyak peternak yang tutup akan bertambah banyak yang tutup lagi karena harga pakan yang sangat mahal jadi dengan terpaksa harga telur ini harga penyesuaian,” jelasnya 

Peternakan di wilayah Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, menyuplai kebutuhan telur ke wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu hingga wilayah Sidoarjo di Jawa Timur.

Selain pakan, masalah penyakit tentu menjadi perhatian yang serius, karena itu biasanya secara terjadwal dilakukan vaksin oleh perusahaan farmasi, “Kita minta bantuan program vaksin dan lain-lain itu dari temen-temen perwakilan PT Medion yang ada di area Kota Malang, mereka sangat membantu sekali untuk masalah kesehatan ayam yang kita pelihara,” tambahnya 

Rata-rata penyakit yang menyerang seperti  ND, dan Gumboro yang disebabkan oleh virus, sedangkan yang disebabkan oleh bakteri biasanya menyerang pernafasan atau pencernaan.  

Faktor cuaca juga menjadi kendala, karena itu Sunardi menyikapinya dengan menyiapkan ketahanan visik ayam agar bisa lebih kuat untuk beradaptasi dengan pancaroba salah satunya dengan pemberian vitamin.

 

“Harapan kita untuk bisa meminimalisir biaya pakan terutama dari harga jagung, sebenarnya kita ini tidak minta harga murah, tapi minta harga yang terjangkau.  Nanti kalau minta murah kasihan teman-teman petani, sedangkan bila terlalu mahal juga kasihan dengan teman-teman, dalam mengelola peternakan ini banyak yang ditangani,” ungkapnya.

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018