Tuesday, 27 October 2020


Di Tengah Covid-19, Kelompok Petani Milenial ini Raup Untung Budidaya Melon

12 May 2020, 13:35 WIBEditor : Yulianto

Petani melon menuai untung | Sumber Foto:Agusmanto

TABLOIDSINARTANI.COM, Sambas---Salah satu hal yang paling penting dalam menjaga gaya hidup sehat di tengah pandemi Covid-19 adalah memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Misalnya dengan mengkonsumsi buah yang kaya akan nutrisi, seperti melon.

Tak hanya rasanya yang menyegarkan, melon mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Misalnya kalori, karbohidrat, serat, protein, magnesium dan potassium. Melon juga kaya vitamin C, vitamin B6, vitamin K, folat. Tak kalah penting melon tidak mengandung lemak sama sekali.

Salah satu Kelompok Petani Milenial di Desa Pangkalan Bemban, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yaitu Karang Taruna Tani Sukses  Bersama, membudidayakan melon di lahan seluas 0,16 hektar (ha) dengan jumlah tanaman 2.000 batang.

Bahkan pada panen perdana melon varietas Merlin menghasilkan 1,067 ton. Panen perdana itu dihadiri Kepala Desa Pangkalan Bemban, Ali Imran; PPL Pendamping Agusmanto; Ketua Gapoktan Minhad) dan pengurus Kelompok Karang Taruna Tani Sukses Bersama. Panen berlangsung pada 27 April lalu.

Ketua Karang Taruna Tani Sukses Bersama Desa Pangkalan Bemban Kecamatan Selakau, Rizal  mengatakan, pemasaran melon tersebut di pasar lokal dan pasar buah yang ada di Kalimantan Barat. Soal harganya bervariasi, tergantung kualitasnya. Untuk kategori A seharga Rp 7.500/kg dan kategori buah B Rp 4.500/kg. “Biasanya petani menjualnya ke penampung yang ada di desa,” ujarnya.

Dengan hasil yang didapat tersebut, Rizal berharap, dapat menambah luas tanam dari luas sebelumnya, karena permintaan melon cukup tinggi. “Hasil penjualan juga sangat membantu perekonomian anggota yang tergabung dalam kelompok karang taruna ini,” katanya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo  dalam berbagai kesempatan juga mendorong generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. “Saya makin percaya anak muda yang mau terjun dibidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi juga menegaskan, masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm, terutama pasca panen dan olahannya.

 

Reporter : Agusmanto/Yeni (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018