Jumat, 21 Juni 2024


Hadapi El Nino Gorila, Ini Langkah Khusus Kementan Jaga Pasokan Bawang

17 Nov 2023, 20:12 WIBEditor : Yulianto

Mengamati tananan bawang merah yang terkena serangan hama penyakit | Sumber Foto:Humas Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Kementan dalam hal ini Ditjen Hortikultura menyiapkan langkah khusus, terutama ketersediaan bawang merah dalam menghadapi kondisi iklim ekstrem yang memasuki fase El Nino Gorila. Kondisi El Nino Gorila merupakan kondisi kekeringan dengan curah hujan di bawah normal dan bisa terjadi hingga awal 2024.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menjelaskan, kondisi El Nino Gorila saat ini memang menjadi salah satu faktor pembatas terkait dengan kondisi pertanaman di lapangan. Beberapa lokasi pertanaman terkena serangan OPT, seperti ulat daun dan thrips pada bawang merah serta serangan Antraknosa/bercak buah serta virus kuning melanda pada beberapa lokasi penyangga cabai dan bawang merah nasional.

Langkah preventif dan kuratif sudah dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut, seperti dengan kegiatan gerakan pengendalian sekitar 6.800 Ha, penerapan PHT di 145 kelompok dan penanganan fasilitasi dampak perubahan iklim berupa sumur dalam, sumur dangkal, pompa air, irigasi sederhana, dan pipanisasi. "Alhamdulillah masih dapat tertangani dengan baik di lapangan,” tambahnya.

Kementan melalui Direktorat Perlindungan Hortikultura langsung bergerak cepat turun lapangan ke lokasi penyangga bawang merah nasional, Kab Brebes dan Kab Tegal untuk memastikan kondisi lapangan.

Hasil di lapangan menunjukkan kondisi bawang merah di Desa Wanasari, Kecamatan Wanasari Kab Brebes seluas 280 Ha sementara ada yang panen dan lainnya sekitar 1 bulan panen.

Pihaknya memukan juga adanya serangan ulat daun, thrips dan tungau. Pengendalian langsung dilakukan melalui kuratif sekaligus preventif bagi pertanaman yang masih eksisting di lapangan.

"Pemberian Agen Pengendali Hayati (APH) bekerja sama dengan LPHP wilayah Jateng juga dilakukan untuk menfasilitasi pemberian trichoderma, PGPR dan likat kuning,” ujar Direktur Perlindungan Hortikultura, Jekvy Hendra

Ditjen Hortikultura memperkirakan kondisi ketersediaan pangan khususnya bawang merah dan aneka cabai masih kondisi aman. 

Saat ini kondisi bawang merah di lapangan ada yang panen dan bahkan ada yang baru tanam, sehingga pertanaman dan ketersediaan aman. Harga bawang merah di tingkat petani saat ini dikisaran Rp 20.000 - 22.000.

Begitu pula untuk aneka cabai. Kondisi lapangan ada yang lagi panen dan tanam. Harga di tingkat petani memang bervariasi khususnya cabai rawit merah di kisaran harga Rp 45.000 -  50.000/kg.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menyatakan, pihaknya siap dan sigap menghadapi kondisi El Nino Gorila untuk memastikan ketersediaan pangan selalu aman.

“Kita akan bergerak cepat memastikan ketersediaan pangan, khususnya padi, aneka cabai, dan bawang merah serta bahan pangan lainnya. Semua jajaran saya instruksikan turun langsung ke lapangan mengecek dan memastikan kondisi sebenarnya,” ujar Mentan Amran.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018