Tuesday, 17 May 2022


Unit Pengolahan Sampah Medan Sulap TPA Terjun Jadi Taman Edukasi Sampah

20 Jan 2022, 22:18 WIBEditor : Herman

Pengolahan Sampah TPA Terjun

TABLOIDSINARTANI.COM, Medan --- Berbagai upaya dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertanaman Kota Madya Medan untuk mengurangi volume sampah di TPA Terjun Medan. Melalui Unit Pengolahan Sampah TPA Terjun, berbagai inovasi pengolahan sampah yang bekerjasama dengan berbagai pihak terus dilakukan.

TPA terjun dengan luas 14 ha setiap harinya mendapat kiriman 1700 sampah dari seantero kota Medan. Dengan volume sampah tersebut, dikhawatirkan dalam waktu yang tidak terlalu lama TPA terjun sudah tidak mampu lagi menampung kiriman sampah yang ada.

Karena itu diperlukan berbagai terobosan inovasi pengolahan sampah berkelanjutan untuk mengurangi volume sampah sekaligus merubah image TPA yang kotor menjadi lebih bermanfaat.

Salah satunya dengan menutup beberapa bagian gunung sampah TPA Terjun dengan tanah sehingga menjadi taman rekreasi keluarga. Hal tersebut diungkapkan Kepala Unit Pengolahan Sampah Kota Medan Azman ST saat ditemui di kantornya UPS desa Terjun, Kecamatan Marelan Kota Medan, Selasa (12/1).

Ditambahkan Azman ST, pengurukan gunung sampah dengan tanah bertujuan untuk menghilangkan bau yang menyengat. Kemudian pada bukit-bukit tersebut nantinya akan ditanami berbagai tanaman buah seperti kelapa, mangga, rambutan serta berbagai jenis tanaman bambu.

“Diketahui bambu mampu menyerap bau serta meredam suara dan nantinya TPA ini bisa menjadi taman edukasi yang hijau sekaligus tempat berwisata bagi keluarga,” tambahnya.

TPA Terjun sendiri merupakan tempat bagi sekitar 200 orang pemulung menggantungkan hidupnya. Setiap harinya para pemulung yang memanfaatkan sampah sebagai penghasilan tersebut bisa mendapatkan pendapatan Rp 100 ribu –Rp 200 ribu per hari.

Bukan hanya pemulung, puluhan pengepul yang setiap harinya membeli sampah dari para pemulung seperti plastik, besi, kaleng dan lain sebagainya, juga menggantungkan hidupnya dari TPA dengan ketinggian tumpukan sampah mencapai 30-50 meter ini.

Azman menambahkan, selain menjadikan TPA Terjun sebagai lokasi wisata keluarga, ujicoba pengolahan sampah menjadi pupuk organik juga sedang dilakukan. Pengolahan sampah menjadi pupuk organik bisa dilakukan dengan biaya murah yaitu Rp 150 ribu/ton.

Dengan menggunakan cairan khusus yang ditemukan oleh Muhammaf Yani BAS (Phd – AMS Physics) berupa bio teknologi Eko GEST by One Biosys Grub, sampah sudah bisa menjadi pupuk organik dalam waktu 7 hari.

Untuk mencari terobosan dalam hal pengolahan sampah, kontributor tabloidsinartani.com Sumut berkunjung ke Perusahaan pengolahan sampah PT Agro Jaya Madani. Ditemui Direktur Pemasaran Ali Kurniawan S.kom dan Direktur Produksi Syaiful Ilham Saraan, PT. Agro Jaya Madani siap menjalin kerjasama dalam pengolahan sampah menjadi pupuk organik, seperti di Kabupaten Simalungun yang memanfaatkan pupuk organik dari sampah untuk perkebunan jahe.

Pemanfaatan pupuk organik dari bahan sampah untuk perkebunan jahe di Simalungun merupakan kelanjutan dari apa yang disampaikan wakil Bupati Simalungun Ir Jhoni Waldy  pada saat peringatan Hari Rempah, bahwasannya Kabupaten Simalungun akan bertanam jahe seluas 10.000 ha sampai 2024. “ Perusahaan kami siap bekerjasama dengan pemkab Simalungun terkait hal tersebut,” ujar Dr Harmaini Sitorus secara terpisah kepada kontributor sinartani.com yang dihubungi melalui telepon.

Lebih lanjut Ambasador Organik Asia Ir H Soekirman yang juga ketua Perhiptani Sumut dan MAPORINA, pupuk organik layak dikembangkan dan didistribusikan ke petani  dengan harga murah.

Sehingga penggunaan pupuk kimia sintetik akan berkurang dan ini sangat menguntungkan petani dari cost produksi yang berakibat pada peningkatan pendapatan petani.

Reporter : RE Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018