Senin, 17 Juni 2024


ICARE Sulut : Mengangkat Nilai Tambah Melalui Intercropping dan Korporasi Petani Jagung-Kelapa

03 Okt 2023, 14:27 WIBEditor : Gesha

Intercropping Jagung-Kelapa dan Korporasi Petani menjadi fokus ICARE di Sulut | Sumber Foto:BSIP Sulut

TABLOIDSINARTANI.COM, Minahasa Utara -- Program ICARE di Sulawesi Utara berjalan dengan semangat untuk meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian. ICARE Sulut memperkenalkan strategi inovatif yang menggabungkan keunggulan dua komoditas utama, jagung dan kelapa, melalui praktik intercropping.

Sulawesi Utara, dengan keindahan alamnya yang memukau, tidak hanya menjadi destinasi wisata tetapi juga tempat di mana mimpi petani tumbuh bersama program revolusioner ICARE. Di provinsi ini, di bawah sinar matahari yang hangat, kelapa dan jagung tumbuh subur, menghidupi ribuan petani.

Provinsi ini memainkan peran sentral dalam produksi kelapa di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, luas pertanaman kelapa di Sulawesi Utara mencapai 271.640 hektar. Namun, potensi ekonomi kelapa tidak hanya terbatas pada hasil utama seperti kopra. Petani kelapa memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui teknik pertanian inovatif, seperti intercropping kelapa dengan jagung.

Intercropping, atau bercocok tanam dua atau lebih jenis tanaman dalam lahan yang sama, adalah pendekatan yang cerdas dan berkelanjutan. Di Sulawesi Utara, menggabungkan pohon kelapa dengan tanaman jagung (Zea mays) dapat menjadi pilihan yang sangat menguntungkan. 

Pertama-tama, intercropping meningkatkan efisiensi penggunaan lahan. Dengan menanam dua tanaman yang berbeda, petani dapat memaksimalkan hasil dari setiap inci lahan. Selain itu, intercropping memiliki manfaat lingkungan yang signifikan. Tanaman jagung bertindak sebagai penutup tanah alami, mencegah erosi dan menjaga kelembaban tanah. Sementara itu, akar kelapa yang lebih dalam membantu menstabilkan tanah. Keberagaman tanaman dalam satu lahan juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi pertumbuhan tanaman.

Salah satu keunggulan terbesar intercropping adalah keragaman sumber pendapatan. Petani tidak hanya mengandalkan hasil kelapa atau jagung saja; mereka memiliki pilihan lebih banyak. Selain itu, ada sinergi nutrisi antara kedua tanaman ini. Sistem akar yang berbeda dari jagung dan kelapa memungkinkan mereka mengeksploitasi berbagai kedalaman tanah untuk mendapatkan nutrisi. Dengan cara ini, tidak terjadi persaingan langsung untuk sumber daya tanah yang sama. 

Selain manfaat tersebut, intercropping juga membuka peluang untuk peningkatan produksi kelapa. Pemupukan yang dilakukan pada tanaman jagung dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan kelapa. Dengan pendekatan ini, petani dapat memperoleh hasil yang optimal dari dua tanaman yang berbeda, meningkatkan pendapatan mereka dan pada saat yang sama, berkontribusi pada ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Korporasi Petani 

Di Kabupaten Minahasa Utara, program ICARE membawa revolusi dengan melibatkan petani dalam sebuah korporasi yang membawa harapan dan kemakmuran. Petani kelapa dan jagung tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, mereka bersatu dalam kelompok yang terorganisir dengan baik, bekerja sama dalam bertani dan memasarkan hasil pertanian mereka.

ICARE, inisiatif kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Bank Dunia, bukan sekadar program. Ini adalah impian yang mewakili keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, dan kemakmuran ekonomi. Program ini tidak hanya melibatkan petani secara inklusif, tetapi juga membuka peluang bagi para petani wanita dan pemuda untuk bersinar. Presiden Republik Indonesia sendiri memandang pentingnya langkah ini, mengajak petani untuk beranjak dari ladang mereka menuju pasar global dengan nilai tambah yang luar biasa.

Melalui ICARE, Sulawesi Utara melangkah maju bersama Bank Dunia dan Bappenas, mereka merancang pendekatan komprehensif untuk meningkatkan standar pertanian. Kawasan ini menjadi laboratorium keberhasilan, di mana petani menjadi pengelola, bukan hanya pemain, dalam rantai nilai pertanian. 

 

 

Lantas, bagaimana proses pembentukan dan perjalanan Program ICARE di Sulawesi Utara? Klik Selanjutnya

Reporter : Agus Salim
Sumber : BSIP Penerapan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018