
Penyerahan tujuh sertifikat Tanda Daftar Varietas Lokal kepada Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung Barat---Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian (PPVTPP) menyerahkan tujuh sertifikat Tanda Daftar Varietas Lokal kepada Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail.
Pemberian sertifikasi tersebut merupakan bentuk pengakuan penting dari pemerintah pusat terhadap pemerintah daerag dalam upaya pelestarian dan pengembangan keanekaragaman hayati pertanian.
Penyerahan berlangsung pada acara Malam Penganugerahan dan Penutupan Bandung Barat Amanah Agro Expo 2025 yang berlangsung di Area Festival Lapang Terbuka IKEA Kota Baru Parahyangan yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi tinggi atas terselenggaranya Agro Expo 2025 sebagai wadah untuk menampilkan potensi pertanian daerah.
Peran sentral Pusat PVTPP dalam kegiatan ini adalah menjamin kelestarian keanekaragaman hayati dan mendukung ketersediaan benih unggul nasional melalui Pengelolaan Varietas Tanaman, yang mencakup Pendaftaran, Perlindungan, dan Pelepasan Varietas.
Pada momen penutupan ini, Pusat PVTPP secara resmi menyerahkan Sertifikat Tanda Daftar untuk total tujuh varietas lokal asal Kabupaten Bandung Barat kepada Bupati.
Tujuh varietas lokal yang telah terdaftar, didominasi oleh komoditas hortikultura yakni, Pisang (1 varietas): Pisang Ambon Lumut Layung (terdaftar tahun 2021), Padi (1 varietas): Padi Hitam Cigadog (terdaftar tahun 2023), Anggur (1 varietas): Anggur Sansekerta, Mawar (4 varietas): Mawar Gorocok, Mawar Cureuleuk, Mawar Larasantang, dan Mawar Kiansantang.
Kabupaten Bandung Barat saat ini telah memiliki 7 varietas lokal terdaftar, sehingga berkontribusi sebesar 3,43 persen dari total varietas lokal terdaftar di Provinsi Jawa Barat yang berjumlah 204 varietas.
Leli berharap pendaftaran ini dapat ditindaklanjuti dengan pelestarian dan pengembangan lebih lanjut demi kemanfaatan bagi masyarakat. Namun ia mengingatkan, pengelolaan varietas tanaman dengan kehati-hatian dan bijaksana sangat diperlukan.
Sebab, keanekaragaman hayati sebagai sumber plasma nutfah dibutuhkan untuk menciptakan varietas unggul masa depan. "Varietas ini nantinya akan mendukung sektor pertanian dan pembangunan nasional secara lebih luas." ujar Leli.
Hingga akhir November 2025, Pusat PVTPP telah mencatat sebanyak 4.890 varietas tanaman yang terdaftar di Kementerian Pertanian. Rinciannya 2.836 varietas lokal dan 2.054 varietas hasil pemuliaan.
Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga plasma nutfah dan menyediakan benih unggul bagi pembangunan pertanian nasional. Penyerahan sertifikat ini menjadi penguat semangat bagi para petani dan stakeholders pertanian untuk terus maju dan bersatu demi kemajuan pertanian di Kabupaten Bandung.
Acara Amanah Agro Expo 2025 yang mengusung tema “Amanah Membangun Ketahanan Pangan dan Masa Depan Agri-Tech Bandung Barat” sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Bandung Barat.
Leli Nuryati melihat Agro Expo sebagai momentum penting untuk memperkuat jaringan usaha dan memfasilitasi pertemuan antara petani dengan mitra strategis, guna mewujudkan rantai pasok yang efisien dan menguntungkan, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail menyampaikan apresiasi atas dukungan Pusat PVTPP, menekankan bahwa sektor pertanian di Bandung Barat sudah maju dan modern berbasis digital.
Pemda Bandung Barat dengan telah diluncurkannya Sistem Informasi Ketahanan Pangan dan Pertanian (SI TANGAN TANI), Sistem Pertanian Digital (SIPADI) dengan Smart Farming berbasis IoT, dan sistem digital lainnya.